Sampah Medis
RSU Pancaran Kasih Manado Hasilkan Ratusan Kilogram Sampah Medis Tiap Bulan
Ratusan kilogram sampah medis dihasilkan RSU Pancaran Kasih Manado tiap bulan atau 20 kg per hari.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Rumah Sakit Umum atau RSU Pancaran Kasih Manado menghasilkan ratusan kilogram sampah medis tiap bulan.
Rata-rata, rumah sakit milik GMIM yang berada di Jalan Sam Ratulangi, Titiwungen, Manado, Sulawesi Utara, ini menghasilkan 20-an kilogram per sampah medis per hari.
"Volume sampah medis fluktuatif angkanya tergantung pasien dan tindakan apa yang diberikan," kata Plt Direktur RSU Pancaran Kasih dr Maria Koagouw MKes melalui Pelaksana Kesehatan Lingkungan, Atika Mengko S Tr KL kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (07/10/2022).
Sebagai pembanding, pada 13 September 2022, volume sampah medis 280 kg. Dua pekan kemudian, sampah medis mencapai 514 kg.
Dijelaskan, penanganan sampah medis berdasarkan jenis dimulai dari ruang perawatan, IGD maupun laboratorium.
Pertama, untuk sampah infeksius tajam seperti jarum suntik, mata pisau, botol kaca, ampul, botol obat dan kaca preparat dimasukkan ke kotak khusus.
"Dimasukkan ke safety box bertanda khusus," jelasnya.
Sementara, sampah infeksius lunak ke wadah plastik warna kuning. "Jika sudah 3/4 penuh, maka dibawa ke Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3.
Dikatakan, saat ini sampah medis jauh berkurang. Pasalnya, ada barang yang dulu sampah medis saat ini tidak lagi.
Misalnya botol infus. Sesuai edaran Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, botol infus masuk sampah rumah tangga.
"Tapi harus melalui proses disinfeksi kimiawi dan dicacah dulu," jelasnya.
Begitu pula, untuk tempat makan, sisa makanan pasien Covid-19 yang diisolasi, kini masuk sampah rumah tangga.
"Sekarang sampah medis itu murni dari tindakan medis ke pasien. Yang berhubungan dengan tubuh dan cairan pasien," jelasnya.(ndo)
BACA BERITA Tribun Manado: KLIK LINK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Plt-Direktur-Rumah-Sakit-Umum-GMIM-Pancaran-Kasih-Manado-dr-Maria-Koagouw-MKes.jpg)