Berita Sulawesi Utara

Kejati Sulawesi Utara Tak Tutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi PDAM Manado 

Kejati Sulawesi Utara Tak Tutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi PDAM Manado.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Kejati Sulawesi Utara Tak Tutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi PDAM Manado  

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut Baru saja menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PDAM Manado

Kepala Seksi (Kasie) Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sulut Theodorus Rumampuk ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Jumat 7 Oktober di kantornya mengatakan jika ada kemungkinan jika tersangka baru akan ditetapkan dalam kasus ini. 

"Bisa saja. Karena kita masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait kasus ini," kata dia. 

Ia menegaskan jika ditetapkannya eks Dirut PDAM Manado sebagai tersangka adalah bukti keseriusan pihaknya memberantas korupsi di Sulut. 

"Ini jadi bukti kalau Kejati Sulut serius dalam pemberantasan korupsi," tegas dia.

Sebelumnya diketahui, Kasus dugaan korupsi di PDAM Manado akhirnya masuk dalam tahapan penetapan tersangka. 

Kejati Sulut akhirnya menetapkan mantan Dirut PDAM Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) inisial HCR alias Hanny (69) ditetapkan menjadi tersangka.

Hanny ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait kerja sama dan pengelolaan aset PDAM dengan PT Air Manado sepanjang tahun 2006-2021. 

Tak hanya itu, total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 55,9 miliar.

Penahanan terhadap tersangka HCR dilaksanakan pada Kamis 6 Oktober 2022. 

"Jadi yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana korupsi," ujar Kepala Kejati Sulut Edy Birton melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, ketika dikonfirmasi, Jumat 7 Oktober 2022. 

Rumampuk menuturkan tersangka HCR ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait kerja sama dan pengelolaan aset PDAM Kota Manado dengan PT Air tahun 2006 sampai dengan 2021. 

Saat itu, HCR masih menjabat Dirut PDAM Kota Manado pada 22 Oktober 2005. 

Ia juga diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai Dirut. 

"Dia menandatangani perjanjian kerja sama (Cooperation Agreement) antara Pemkot Manado/PDAM Kota Manado dengan Indo Water BV Drenthe Belanda (NV WMD) terkait pengelolaan air bersih namun tidak sesuai dengan ketentuan," tuturnya.

Akibat dari kerja sama tersebut seluruh aset-aset milik PDAM Kota Manado yang dibiayai oleh APBD, APBN serta hibah pemerintah pusat dan World Bank beralih ke pihak swasta dalam hal ini PT Air Manado

Sehingga terjadi kerugian negara yang mencapai Rp 55,9 miliar lebih.

Tersangka HCR ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejati Sulut Nomor: PRINT- 1053 /P.1/Fd.1/10/2022 tanggal 06 Oktober 2022 selama 20 hari terhitung sejak tanggal 06 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2022. 

"Iya, sudah resmi kita tahan," tegas dia. (Nie)

Rekor Asia Tercipta di Kota Bitung Sulawesi Utara, Bakar Ikan Cakalang dengan Peserta Terbanyak

4 Deretan Zodiak Kandidat Kuat Jadi Pelakor: No 4 Gampang Banget Terjerat Pesona Orang Lain

Chord Gitar dan Lirik Lagu Putih - Efek Rumah Kaca: Saat Kematian Datang, Aku Berbaring

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved