Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Rocky Gerung Singgung Kesengajaan di Insiden Kanjuruhan: Ini Kekacauan Koordinasi

Warga Indonesia masih berduka atas meninggalnya ratusan supporter di Kanjuruhan.

Penulis: Glendi Manengal | Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Rocky Gerung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragedi Kanjuruhan saat ini masih jadi sorotan publik.

Warga Indonesia masih berduka atas meninggalnya ratusan supporter di Kanjuruhan.

Terkait hal tersebut Rocky Gerung kembali tanggapi Tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Menparekraf RI Sandiaga Uno dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey Dukung FPSL 2022 di Bitung

Baca juga: Cara Pulihkan Akun Facebook yang Diretas, Simak Langkahnya

Baca juga: Bocoran Titik Lokasi Razia, Operasi Zebra di Boltim Sulawesi Utara

Puluhan Polisi Terseret Tragedi Kanjuruhan. 28 Polisi Akan Diperiksa.
Puluhan Polisi Terseret Tragedi Kanjuruhan. 28 Polisi Akan Diperiksa. (Kolase Tribunnews/Surya.com/RIBUNKALTARA.COM/JEPRETAN LAYAR/Istimewa)

Rocky Gerung pun mengunkit soal arti dari Tragedi.

Dimana tragedi itu sesuatu yang terjadi bukan atas kemampuan manusia.

"tragedi itu sesuati yang terjadi karena nasib manusia dikendalikan oleh hal-hal diluar kemampuannya, itu namanya tragedi"

"Sekarang kita harus minta pertanggungjawaban artinya dia bukan tragedi" lanjut Rocky Gerung.

Penembakan Gas Air Mata bikin panik.

"Kalo bukan kesengajaan, kenapa ditembakan ke arah tribun dan ikut bikin panik"

"Mungkin kita bisa sebut sementara itu pembiaran" ucap Rocky Gerung pada Youtubenya yang berjudul "MARAH! AREMANIA BERI DEADLINE POLISI 7 HARI TANGKAP DALANG TEWASNYA RATUSAN SUPORTER"

Rocky Gerung sebut ada kesalahan prosedur.

"Ini adalah kesalahan prosedur, pertama-tama itu yang harus dipastikan"

"FIFA menganggap itu yuridiksi kami kalo soal aturan, kenapa kalian langgar itu"

Harus ada yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved