DPR

Di Tengah Sorotan Kanjuruhan, DPR Akan Belanja TV 1,5 Miliar, Netizen: Malah Hamburkan Uang Rakyat

DPR disebut tak punya empati lantaran berbelanja TV LED dengan anggaran Rp1,5 miliar, di tengah suasana duka tragedi Kanjuruhan.

Editor: Glendi Manengal

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui saat ini tragedi Kanjuruhan tengan jadi perhatian.

Beberapa pihak mengumpulkan dana untuk membantu tragedi Kanjuruhan.

Namun berbeda dengan DPR justru jadi perhatian karena ingin berbelanja TV LED dengan anggaran miliaran.

Baca juga: Jakarta Dikepung Banjir Usai Anies Baswedan Dideklarasi Sebagai Calon Presiden

Baca juga: HASIL Inter Milan vs Barcelona, Kalah di Kandang Nerazzurri, Xavi Kecam Permainan Blaugrana

Baca juga: Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey Bersyukur Rayakan HUT ke-77 TNI, Serukan TNI Adalah Kita

DPR disebut tak punya empati lantaran berbelanja TV LED dengan anggaran Rp1,5 miliar, di tengah suasana duka tragedi Kanjuruhan.

Dari informasi yang dibagikan melalui situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP pada Rabu (5/10/2022), anggaran Rp1,5 miliar DPR rencananya akan dibelanjakan TV LED 43 Inch untuk ruang kerja anggota.

SiRUP LKPP anggaran Rp1,5 miliar untuk TV LED DPR itu tercatat dalam nomor 36341964.

Jumlah televisi yang akan dibeli DPR menggunakan uang Rp1,5 miliar itu sebanyak 100 buah dengan masing-masing seharga sekitar Rp15 juta.

Anggaran Rp1,5 miliar untuk TV LED DPR ini bahkan menjadi trending topik di twitter '1,5 M'.

Sejumlah warganet bahkan berkomentar atas rencana DPR yang kontroversial itu di tengah suasana duka pasca Kanjuruhan.

"Di saat perkpopan balap balapan untuk menyelenggarakan donasi, yg duduk di depan malah beli tv 1,5 M, sedih dah rasanya," tulis akun twitter @adini027.

"1,5 M buat beli tivi itu bisa kali dijejerin sepanjang jalan kalimalang dari perbatasan cikarang-karawang ampe cawang," tulis akun bangkemed_69.

"Anggota dewan gk punya empati, di media aja sok iyes bilang masyarakat lg susah dan pemerintah hrs punya empati ke masyarakat, tpi mreka sendiri bukannya ngasih sebagian gaji buat bantu masyarakat, tpi malah menghamburkan uang rakyat untuk sesuatu yg ga penting ky gini," tulis akun @pelangi_PS.

Sebelumnya pada akhir Agustus, DPR juga pernah menganggarkan sebanyak Rp955 juta untuk mencetak kalender.

Dikutip Tribunnews pada Minggu (28/8/2022) di laman lpse.dpr.go.id, nama dari tender ini adalah 'Pencetak Kalender DPR RI' dengan kode 739087.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved