Bacaan Doa

Bacaan Doa Saat Sedang Marah: Aku Berlindung Kepada Allah dari Setan yang Terkutuk

Berikut ini bacaan doa yang bisa dipanjatkan saat sedang marah untuk mengendalikan emosi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Bacaan doa penenang hati dan pikiran. Simak berikut ini agar hati menjadi tentram. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bacalah doa ini ketika sedang marah.

Marah adalah salah satu sifat alami yang diciptakan Allah pada diri manusia.

Saat sesuatu hal tak sesuai dengan yang diingingkan, perasaan marah akan muncul dan sering tak terkontrol.

Dalam tahapan tertentu marah dapat membuat seseorang tidak dapat mengontrol diri dengan baik tindakan maupun persepsinya.

Marah merupakan sifat manusiawi, bahkan seorang utusan seperti Rosulullah saw pun bisa marah, sebagaimana sabda Rasulullah yang dikutip dari suaramuhammadiyah.id:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah”.

Berikut ini bacaan do’a untuk membantu mengendalikan amarah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni.

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Ya Allah aku memohon ampun kepada Mu dan mohon hilangkan murka hatiku dan lindungiku dari setan yang terkutuk.”(Muttafaqun'alaih)

Terdapat kisah yang diceritakan dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 150 tentang amarah Nabi Musa terhadap saudaranya:

Artinya: Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim"

Ayat ini menceritakan Nabi Musa yang marah dan sedih ketika mengetahui penyelewengan yang dilakukan kaumnya.

Ketika itu Nabi Musa pulang dari bermunajat kepada Allah dan mendapati kaumnya telah menjadi penyembah sapi dan pengikut samiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved