Insiden Stadion Kanjuruhan

Arema FC Disanksi PSSI, Ketua Panpel Abdul Haris Tak Boleh Beraktivitas di Sepak Bola Seumur Hidup

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur berujung pada dikeluarkannya sanksi dari PSSI untuk Panpel dan Security Officer

kolase Tribunmanado/ HO
Arema FC Disanksi PSSI, Ketua Panpel Abdul Haris Tak Boleh Beraktivitas di Sepak Bola Seumur Hidup 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komite Disiplin atau Komdis PSSI memberikan sejumlah sanksi kepada pihak Arema FC.

Selain menghukum Arema FC dengan denda Rp 250 juta dan larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah, Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Haris juga dihukum tak boleh terlibat beraktivitas di dunia sepak bola selama seumur hidup.

Hal itu buntut dari peristiwa kelam usai pertandingan Arema FC VS Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur berujung pada dikeluarkannya sanksi dari PSSI untuk Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) dan Security Officer dari Arema FC.

Diketahui terjadi kerusuhan setelah laga sepak bola antara klub Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir, hingga menyebabkan 125 orang meninggal dunia dan ratusan penonton luka-luka.

Baca juga: Sosok Bambang Tri Mulyono Penulis Buku Jokowi Undercover, Kini Gugat Sang Presiden

Baca juga: Kesalahpahaman antar Orang Tua Siswa MIN 2 Bolsel, Kepsek: Harusnya Dikonfirmasi ke Pihak Kita Dulu

Baca juga: Rio Dondokambey Serahkan Bantuan Kemanusiaan BMI kepada Korban Kebakaran Pasar Amurang Minsel

Kerusuhan tersebut pun berawal dari kekecewaan suporter Arema FC atau Aremania karena kekalahan klub kesayangannya saat bertanding melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Kekecewaan tersebut membuat Aremania yang berada di tribun turun ke lapangan dan berujung pada kerusuhan.

Untuk mengatasi kerusuhan tersebut, aparat keamanan pun menggunakan gas air mata ke tribun hingga akhirnya membuat para suporter berlarian, terinjak-injak, kesulitan bernapas dan akhirnya menyebabkan korban jiwa.

Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing mengaku PSSI telah melakukan investigasi terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tersebut.

Hasilnya ditemukan adanya kesahalan dan kelalaian dari pihak Panitia Pelaksana (Panpel), Badan Pelaksana, Klub, serta Security Officer atau Steward.

"Dari hasil investigasi kami, ada tiga keputusan yang kami ambil dalam sidang. Investigasi ini menjadi bahan evaluasi berikutnya kepada kita semua pecinta olahraga, kepada panitia pelaksana (panpel) di seluruh Indonesia."

"Pertama adalah ada kekurangan, kesalahan, kelalaian dari Panpel, Badan Pelaksana dan Klub. Ada juga kesalahan dari Ketua Panitia Pelaksana dari pertandingan Arema melawan Persebaya."

"Dan juga kami melihat ada kesalahan, kekurangan dari Security Officer di dalam kepanitiaan ini, atau Steward," kata Erwin dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Selasa (4/10/2022).

Komdis PSSI kemudian memutuskan untuk memberikan hukuman sesuai dengan kode etik disiplin yang ada.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved