Tragedi Stadion Kanjuruhan

Akhirnya Terungkap, Komnas HAM Temukan Hanya 2 Pintu Terbuka Saat Kejadian di Stadion Kanjuruhan

Komnas HAM sudah mengantongi sejumlah informasi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Kolase Tribun Manado/Istimewa/HO
Akhirnya Terungkap, Komnas HAM Temukan Hanya 2 Pintu Terbuka Saat Kejadian di Stadion Kanjuruhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini fakta temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tragedi Stadion Kanjuruhan.

Komnas HAM sudah mengantongi sejumlah informasi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Informasi tersebut diperoleh Komnas HAM setelah pihaknya menurunkan tim melakukan investigasi terkait Tragedi Kanjuruhan yang terjadi, Sabtu (1/10/2022) malam.

Dalam penyelidikan sementaranya Komnas HAM menemukan ternyata hanya ada dua pintu keluar stadion yang terbuka dari 14 pintu saat insiden kerusuhan usai laga Persebaya Surabaya vs Arema FC itu.

Baca juga: UPDATE Tragedi Kanjuruhan Selasa 4 Oktober 2022: Ini Daftar Nama 131 Korban Tewas

Baca juga: UPDATE Tragedi Kanjuruhan: Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 131 Orang, Total Korban 592 Orang

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam menyatakan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

Mulai dari suporter Arema, keluarga korban, pihak rumah sakit, hingga pemain.

"Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa. Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang sama," kata Anam di Malang, Jawa Timur, Senin (2/10).

Namun begitu Anam mengatakan pihaknya masih mendalami lokasi sebagian besar korban yang meninggal dunia, apakah berada di dekat lontaran gas air mata atau di lokasi lain.

Selain itu, Komnas HAM juga mendalami terkait dugaan gas air mata yang digunakan aparat saat kerusuhan telah kedaluwarsa.

Anam akan menanyakan hal itu kepada petugas medis.

"Gas pasti punya kedaluwarsa, itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen, dan lainnya seperti apa," kata dia.

Anam menyebut ada indikasi terjadinya pelanggaran HAM dalam kerusuhan yang mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa itu.

”Beberapa informasi yang kami dapatkan, kekerasan memang terjadi,” kata Anam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved