RHK Selasa 4 Oktober 2022

BACAAN ALKITAB - Yeremia 30:7-8 Dipulihkan dari Titik Nadir

Titik nadir ialah suatu keadaan atau suasana di mana kita berada pada kondisi terendah dalam hidup.

Editor: Aswin_Lumintang
pexels.com
Bacaan Alkitab 

  Yeremia 30:7-8
TRIBUNMANADO.CO.ID - Titik nadir ialah suatu keadaan atau suasana di mana kita berada pada kondisi terendah dalam hidup. Kondisi yang banyak orang tak menginginkannya.

Di titik itu, orang seperti kehilangan pengharapan karena sedang mengalami suatu penderitaan atau kesusahan yang amat sangat berat dalam hidupnya. Hal ini membuat banyak orang terkadang salah mengambil langkah. Tapi, bagi yang tetap dalam Tuhan, justeru dari situ akan muncul atau datang harapan baru, yang membuat kita mengalami titik balik.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Kondisi itu jugalah yang dialami oleh bangsa Israel, ketika berada dalam pembuangan di Babel. Mereka sangat menderita. Masalah menghimpit, kesusahan melanda hidup mereka. Sungguh sangat hebat penderitaan mereka, tiada taranya.

Nabi Yeremia mengungkapkan bahwa akan datang hari yang mengerikan bagi mereka. Kesengsaraan mereka memuncak. Mereka mencapai titik nadir kesusahan dan penderitaan.

Tetapi, Allah Bapa kita amat sangat maha kasih. Maha baik dan berlimpah rahmat dan anugerah. Ketika bangsa Israel bertobat, berseru dan berserah penuh kepada-Nya, Allah mendengar teriakan dan jeritan hati mereka.

Tuhan pun menetapkan hari yang tepat untuk menyelamatkan Israel. Semua tali pengikat mereka, diputuskan-Nya.

Rantai yang membelenggu mereka dihalau-Nya. Kuk di tengkuk yang menekan dan mengikat mereka dipatahkan-Nya. Umat Israel diselamatkan pada hari Tuhan itu.

Mereka akan kembali ke negerinya, menikmati kasih karunia Allah yang tiada taranya bagi mereka. Mereka akan berbahagia seumur hidup mereka. Karena Tuhan Memulihkan mereka dari titik nadir. Mereka bukan hanya selamat di bumi, tapi diberkati di bumi dan di sorga.

Pemulihan Allah itu terjadi seiring adanya pertobatan umat Israel atas realita hidup mereka yang tadinya rusak akibat kejahatan mereka, namun berganti bertobat kepada Allah. Bangsa itu tidak akan lagi mencari berhala. Mereka hanya akan mencari Tuhan saja, tidak yang lain dalam bentuk apapun juga.

Allah membalikkan keadaan mereka. Dari titik nadir itu, mereka mengalami titik balik. Dari lembah kejatuhan mereka bangkit dan terangkat oleh pertolongan, keselamatan dan pemulihan yang bersumber dari Allah.

Maka mereka menjadi kuat, karena kuat tangan kasih Allah beserta mereka, membuat hidup mereka jadi bangkit dari lembah kekelaman menjadi pemenang. Mereka mengabdi kepada Allah dan mendapatkan janji kekal dari Tuhan untuk menikmati hidup di negeri sendiri dalam kebahagiaan, kedamaian dan kesukacitaan.

Yah, dari titik nadirnitu mereka bangkit dan mendapatkan kebahagiaan hakiki yang tak akan lekang oleh waktu, karena Allah yang melakukannya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya.
  Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang asing."
  Mereka akan mengabdi kepada TUHAN, Allah mereka, dan kepada Daud, raja mereka, yang akan Kubangkitkan bagi mereka." (ay 7- 9)

Jika Allah yang memulihkan, apapun keadaan kita, pasti pulih. Pemulihan pasti terjadi. Kesusahan, penderitaan, siksa derita bathin, atau apapun yang kita alami dalam kehidupan ini, jika kita bawa kepada Tuhan, maka semuanya akan beres.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved