Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Lucky Schramm: Panpel Harus Tanggung Jawab, Jika Lalai Bisa Dipidana

Pemerintah harus mengambil sikap tegas mengusut kejadian yang menewaskan hingga ratusan pendukung Arema tersebut

Penulis: David_Kusuma | Editor: David_Kusuma
Dok Pribadi
Lucky Schramm SH MH 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kerusuhan yang terjadi usai laga Arema Malang vs Persebaya Surabaya hingga menyebabkan 129 suporter meninggal dan ratusan lainnya luka-luka di Stadion Kanjuruhan, Malang, ditanggapi praktisi hukum Lucky Schramm SH MH.

Lucky yang juga pengurus Asprov PSSI Sulut periode 2018-2021 atau di bawah kepengurusan Paul Nelwan mengungkapan, pemerintah harus mengambil sikap tegas mengusut kejadian yang menewaskan hingga ratusan pendukung Arema tersebut.

“Langkah Presiden menghentikan dulu Liga 1 sudah tepat. Usut tuntas kejadian ini, periksa panitia pelaksana (panpel) pertandingan,” ujar pengacara kondang ini, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Demokrat Malu-malu Tawarkan AHY Jadi Pendamping Anies Baswedan yang Sudah Dideklarasikan NasDem

Lucky menyoroti tiga hal, pertama sebelumnya kepolisian sudah meminta pertandingan digelar sore hari, tetapi panpel tetap pada keputusan menjalankan pertandingan malam hari.

Kemudian, Lucky mendapati informasi, penonton di Stadion Kanjuruhan sudah melebihi daya tampung. Kapasitas stadion hanya 38.000 orang, tetapi tiket yang dicetak mencapai 42.000.

“Lalu pihak keamananan tidak siap dalam menjalankan prosedur. Tindakan tegas mereka lakukan, tetapi tidak terukur. Di pertandingan sepak bola dilarang menyemprotkan gas air mata sesuai regulasi FIFA,” imbuh Lucky.

Lucky mengatakan, berdasakan hal itu, panpel harus bertanggungjawab. “Panpel bisa jadi tersangka jika ada kelalaian,” tegas Lucky.

Lucky juga berahap jajaran PSSI berbenah diri dan ikut bertanggung jawab, sebab ratusan nyawa hilang. “PSSI juga harus bertanggung jawab, karena mereka regulator yang buat aturan main. Kalau perlu jabatan jajaran pengurus hingga Ketua PSSI harus dievaluasi, bisa diganti,” imbuh Lucky.

Dia pun berharap kejadian ini tak sampai berbuntut pencabutan penyelenggaraan Piala Dunia U20 di Indonesia tahun depan. “Semoga tak sampai ke situ, karena FIFA juga memperhitungkan sisi keamanan, sebab ini tragedi kemanusiaan,” imbuh Lucky.

Baca juga: Nama-nama Korban Tewas Tragedi Arema vs Persebaya,17 Anak Jadi Korban, Berikut Datanya

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang pasca-laga Arema vs Persebaya Surabaya. Kerusuhan terjadi usai Arema FC takluk 3-2 dari sang tamu, Sabtu (1/9/2022) malam.

Setelah itu terlihat suporter mulai masuk ke area lapangan dan dihadang oleh aparat keamanan, hingga malam korban meninggal dunia mencapai 129 orang. (vid)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved