Tragedi Stadion Kanjuruhan

SAH! Insiden Stadion Kanjuruhan Tempatkan Indonesia di Daftar Kelam Kematian dalam Sepak Bola

Kejadian tragis kerusuhan pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya pada Sabtu malam membawa Indonesia mencetak sejarah.

KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Turut berbelasungkawa bagi para korban tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) menyebabkan 129 korban meninggal dunia.

Kerusuhan terjadi seusai pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya yang berkesudahan 2-3 untuk tim tamu.

Baca juga: Nasib Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Terancam Pupus, Tragedi Kanjuruhan Disorot FIFA

Suporter tuan rumah yang kecewa lalu merangsek ke stadion dan dibalas dengan halauan oleh petugas keamanan.

Polisi juga melepaskan tembakan gas air mata sementara di tribun penonton masih dipenuhi suporter tuan tumah.

Polri mengklaim penembakan gas air mata sudah sesuai dengan prosedur, meskipun aturan sebaliknya menyebutkan FIFA telah melarang penggunaan gas air mata di stadion.

Sebanyak 34 orang tewas di tempat, di Stadion Kanjuruhan, sementara puluhan korban jiwa lainnya meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit.

Seiring berjalannya waktu, laporan korban jiwa terus bertambah.

Sampai saat artikel ini ditulis, Minggu (2/10/2022), sudah tercatat ada setidaknya 130 orang tewas akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Melansir pemberitaan Surya.co.id, sebagian korban adalah anak di bawah umur sehingga belum memiliki KTP untuk identifikasi. 

Kejadian tragis kerusuhan pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya pada Sabtu malam membawa Indonesia mencetak sejarah.

Usai tragedi kerusuhan Arema FC vs Persebaya yang memakan lebih dari seratus korban jiwa tersebut, Indonesia menempati urutan No. 2 di dunia dalam kategori tragedi sepak bola dengan korban jiwa terbanyak sepanjang sejarah.

Daftar Tragedi Sepak Bola Paling Mematikan di Dunia Sepanjang Sejarah

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved