Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Kesaksian Aremania, Ceritakan Suasana Mencekam di Stadion Kanjuruhan

Simak kesaksian Aremania saat tragedi maut di Stadion Kanjuruhan terjadi di dalam artikel berikut ini.

Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/ KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Kesaksian Aremania, Ceritakan Suasana Mencekam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragedi di Stadion Kanjuruhan menjadi momen tak terlupakan bagi sejarah sepakbola di Indonesia.

Sebanyak 130 orang dinyatakan meninggal dunia usai laga Arema FC vs Persabaya Surabya, Sabtu (1/1/2022) malam.

Sejumlah pihak menyayangkan insiden ini terjadi.

Baca juga: Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Pelatih Arema Minta Maaf dan Siap Dipecat

Dalam foto yang diambil pada 1 Oktober 2022 ini, sekelompok orang menggendong seorang pria usai pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Dalam foto yang diambil pada 1 Oktober 2022 ini, sekelompok orang menggendong seorang pria usai pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (Tribunnews.com)

Tragedi ini bahkan menyita sorotan media-media luar negeri.

Baru-baru ini seorang Aremania menceritakan bagaiman dirinya bisa lolos dari tragedi maut yang menyita sorotan 

Namun beruntung Riyan Dwi Cahyono, pria asal Kecamatan Demangan, Blitar ini bisa selamat dari tragedi Kanjuruhan tersebut.

Saat ini Riyan Dwi Cahoyono yang merupakan Aremania masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan lantaran mengalami patah tulang kanan.

Mengutip Kompas.com, Riyan pun menceritakan bagaimana kronologi hingga ia bisa lolos dari maut tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Kami memang turun tujuannya untuk protes kepada pemain dan manajemen Arema FC, kenapa kok bisa kalah? padahal selama 23 tahun sejarahnya Arema tidak pernah kalah dari Persebaya di kandang," katanya.

"Jadi tujuannya hanya untuk protes agar Arema FC lebih baik lagi ke depannya," katanya.

Belum sampai melompati pagar, tembakan gas air mata pun datang ke arah para suporter, hingga membuatnya jatuh dan terinjak suporter lain.

"Saya saat itu tak berdaya, bahkan teman perempuan saya bareng saya dari Blitar hilang dan belum tahu bagaimana kondisinya saat ini," katanya.

Baca juga: Pernyataan Presiden Jokowi hingga Presiden FIFA Terkait Tragedi Mencekam Stadion Kanjuruhan

Suporter Arema FC, Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).
Suporter Arema FC, Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). (Surya.co.id)

Akibat gas air mata, Riyan sempat mengalami sesak napas.

Namun, beruntung nyawanya masih selamat dan ia segera dievakuasi oleh suporter lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved