RHK Senin 3 Oktober 2022

BACAAN ALKITAB - Yeremia 30:4-6 Gentar dan Tiada Damai

Israel dan Yehuda terpaksa harus menerima pil pahit. Negeri mereka, dilululuhtantakkan oleh Nebuzaradan

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Bacaan Alkitab 

  Yeremia 30:4-6
TRIBUNMANADO.CO.ID - Israel dan Yehuda terpaksa harus menerima pil pahit. Negeri mereka, dilululuhtantakkan oleh Nebuzaradan atas perintah Nebukadnezar. Pemimpin dan masyarakatnya di tawan secara bergelombang ke Babel. Sekitar 70 tahun mereka ditawan di Babel. mereka sangat menderita di "pengasingan."

Mengapa umat Israel dibuang ke Babel? Allah menghukum mereka karena berbagai pelanggaran dan kejahatan yang mereka lakukan melawan Tuhan baik para pemimpin (raja-raja) maupun para hamba Tuhan yang menjelma menjadi palsu dengan menyembah berhala.

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

Allahpun "mengutus" Nebukadnezar untuk membumihanguskan kota dan negeri mereka. Dengan dipimpin oleh Nebuzaradan sebagai panglima perang, bangsa Israel dibuat tidak berdaya, kecuali diangkut dalam pembuangan ke Babel.

Penderitaan demi penderitaanpun mereka nikmati sebagai bumbu yang mewarnai kehidupan mereka.
Jeritan hati dan keluh kesah akibat penderitaan dalam berbagai kehidupan umat itu sampai kepada Allah. Yah, bangsa itu sangat menderita. Kedahsyatan penderitaan sedang menimpa mereka. Mereka tak berdaya selain berseru dan berserah kepada Allah.

Tiada damai lagi dalam hidup mereka. Mereka hidup dalam ketentaraan, dan diliputi kegelisahan serta jerit tangis sebagai keluh kesah yang adalah doa mereka minta tolong kepada Allah atas kesengsaraan mereka itu.

Kondisi mereka sangat menyayat hati. Laki-laki seperti perempuan yang melahirkan. Muka mereka semuanya pucat. Karena itu, hati Allah tergerak untuk menolong mereka.

Allahpun berfirman bahwa Dia yang adalah Alfa dan Omega sekali-kali tidak akan meninggalkan mereka. Sekalipun penderitaan itu akibat kesalahan dan pelanggaran serta dosa mereka kelada-Nya, namun Allah tetap mengampuni dan mengasihani mereka. Maka Allah menyampaikan firman yang berisi tentang janji Pemulihan yang sempurna bagi umat dan bangsa Israel.

Demikian firman Tuhan hari ini.
 Inilah perkataan-perkataan yang telah difirmankan TUHAN tentang Israel dan tentang Yehuda:
  "Sungguh, beginilah firman TUHAN: Telah kami dengar jerit kegentaran, kedahsyatan dan tidak ada damai.
  Cobalah tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan? Mengapakah setiap laki-laki Kulihat tangannya pada pinggangnya seperti seorang perempuan yang melahirkan? Mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat?" (ay 4-6)

Diliputi kegentaran yang dahsyat dan ketiadaan damai, menggambarkan bahwa bangsa itu telah menderita sengsara yang luar biasa akibat pembuangan itu. Merekapun berseru dan berserah kepada Allah.

Mereka menyesali semua pelanggaran dan dosa yang mereka perbuat melawan kehendak Allah. Mereka sadar bahwa pengkhianatan mereka kepada Allah dengan menyembah berhala adalah dosa yang membuat mereka terseret dalam pembuangan dan menderita sengsara.

Mereka mengaku dosa di hadapan Allah dan memohon ampun dalam kerendahan hati yang penuh penyesalan. Allahpun memperhatikan mereka. Tiada Ia melupakan mereka. Tiada dendam ataupun sisa-sisa amarah dari Tuhan Allah kita yang amat sangat mahakuasa namun amat sangat mahakasih itu.

Firman Tuhan yang disampaikan lewat nabi-Nya Yeremia itu disampaikan sebagai janji Allah yang hidup. Bahwa bangsa itu akan segera dipulihkan. Mereka akan dipulihkan dan akan diberkati Allah secara heran dahsyat dan luar biasa. Asal mereka sungguh-sungguh bertobat dan mau hidup di dalam damai.

Maka damai dan sukacita sejahtera, bahagia penuh menjadi milik mereka. Sebab mereka akan dipulangkan ke negerinya baik di Yehuda (Selatan) maupun Israel (Utara), dan akan menikmati hidup yang berlimpah kasih karunia Allah.

Kita juga tidak luput dari berbagai penderitaan, pergumulan hidup dan berbagai tekanan yang membuat kita hidup dalam kegentaran dan ketiadaan damai. Bahkan terasa amat sangat berat dan terkadang kita menganggap sudah tidak ada jalan lagi.

Ingatlah bahwa saat tak ada jalan, maka kita akan selalu ada Jalan. Yah, Dialah Yesus Kristus Tuhan kita yang setia, pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih karunia. Jika kita mengaku dosa dan mau setia kepada Allah serta berseru dan berserah penuh kepada-Nya, maka pertolongan Tuhan akan datang tepat dan indah pada waktunya.

Dia pasti mengulurkan tangan-Nya yang ajaib dan memulihkan kita secara utuh dan menyeluruh serta memberkati kehidupan kita.

Karena itu jauhilah dosa. Pasrah dan berserahlah penuh kepada Allah. Jangan takut. Bertobatlah dari dosa dan hiduplah baik dan benar di hadapan-Nya kita pasti dijaga, dilindungi dan di berkati-Nya secara heran dahsyat dan luar biasa. Mujizat Allah pasti terjadi dalam hidup kita. Dan damai sejahteralah kita di bumi dan di sorga. Amin

DOA:  Tuhan Yesus, kami pasrahkan hidup kami kepada-Mu. Karuniakanlah damai-Mu terus dalam hidup kami dan berkatilah kami selalu. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved