Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

2 Pecinta Bola di Sulawesi Utara Sesalkan Tragedi di Malang: Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa 

Aksi pendukung Arema Malang berujuh kericuhan di Stadion Kanjuruhan disesalkan banyak pihak, salah satunya pecinta sepak bola di Sulawesi Utara.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Isvara Savitri
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUNMABADO.CO.ID, MANADO - Tragedi sepak bola seakan tak pernah ada habisnya di Indonesia. 

Kali ini sebanyak ratusan orang meninggal usai pertandingan Liga 1 antara Arema Malang versus Persebaya Surabaya.

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini berujung dengan kematian ratusan suporter mereka.

Peristiwa inipun mendapat kecaman dari beberapa pihak. 

Banyak pecinta bola di Indonesia menyesalkan tidak dewasanya suporter dari kedua klub dalam laga ini. 

Berikut komentar dua pecinta bola asal Sulawesi Utara terkait insiden berdarah di Malang: 

Baca juga: Brigata The Man dan South Legion Ucapkan Turut Belasungkawa Atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Baca juga: Tertangkap Curi Kendaraan di Manado Sulawesi Utara, Pokol Nyaris Tewas Dihajar Warga

1. Frentino Tangkilisan 

Menurut Frentino Tangkilisan, yang terjadi di Malang adalah sebuah bentuk belum dewasanya para pecinta sepak bola tanah air.

"Ini bukti jika suporter sepak bola kita belum dewasa dalam menerima kekalahan. Dahulu sepak bola Eropa juga seperti ini. Tapi lihat sekarang mereka berkembang karena dewasa dalam mencintai sepak bola," ujarnya. 

Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Puluhan orang meninggal dalam tragedi ini. Arema FC kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.
Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Puluhan orang meninggal dalam tragedi ini. Arema FC kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. ((tribunjatim.com/PURWANTO))

"Harus ada sanksi agar suporter di tanah air bisa belajar," tegas pria asal Langowan, Minahasa ini. 

2. Gilang Indrawan 

Gilang Indrawan, warga Malalayang, mengatakan tak ada pertandingan seharga nyawa. 

Baca juga: Wali Kota Tomohon Sebut Kehadiran Wakil Gubernur Sulut Jadi Kebanggaan Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel

Baca juga: Pantas Prank KDRT Baim Wong Tuai Kecaman Netizen, Ternyata Libatkan Polisi

"Apa yang terjadi di Malang akan tercatat dalam sejarah buruk sepak bola. Indonesia butuh belajar lagi. Tak ada pertandingan seharga nyawa," tegas fans Real Madrid ini.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved