G30S PKI
Pranoto Reksosamodra, Menpangad yang Dituduh Terlibat G30S PKI, Menderita Hingga Akhir Hayatnya
Nasib Pranoto Reksosamodra. Menpangad yang Dituduh Terlibat G30S PKI. Menderita Hingga Akhir Hayatnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah Pranoto Reksosamodra, petinggi TNI AD yang dituding terlibat G30S PKI 1965.
Nasibnya malang setelah pecahnya peristiwa kelam bagi bangsa Indonesia tersebut.
Diketahui, sejumlah petinggi TNI mengalami nasib miris setelah persitiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI.
Banyak dari mereka yang dituding terlibat dalam peristiwa tragis itu. Salah satunya adalah Pranoto Reksosamodra.
Pascapersitiwa G30S PKI, karier militer Pranoto Reksosamodra tengah moncer. Ia menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat ( Menpangad ).
Tapi tak lama kemudian kariernya meredup karena dituduh terlibat G30S PKI.

Bahkan hingga akhir hayatnya, Pratono tidak menerima segala hak yang seharusnya dia dapatkan sebagai anggota TNI.
Berikut selengkapnya profil dan biodata Pranoto Reksosamodra melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Biografi Pranoto Reksosamodra: Menpangad yang Dituduh Terlibat G30S'.
1. Kehidupan Awal
Pranoto Reksosamodra lahir di Bagelen, Purworejo, pada 16 April 1923. Ia adalah anak kesembilan dari sepuluh bersaudara.
Pranoto merupakan anak dari pasangan R. Soempeno Reksosamodra dan R. Ngt. Wasiah Soempeno Reksosamodra.
Ia memulai pendidikannya di Holland Inlandsche School (HIS) Muhammadiyah.
Kemudian, Pratono melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), juga di Muhammadiyah, hingga lulus pada 1940.
Pranoto memiliki keinginan untuk menjadi guru. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Holland Inlandsche Kweekschool (HIK) Muhammadiyah dan lulus pada 1943.
Setelah itu, Pranoto justru terjun ke dunia militer dengan bergabung Pembela Tanah Air (PETA) di Magelang, menjelang kemerdekaan Indonesia.