RHK Kamis 29 September 2022

BACAAN ALKITAB - Ulangan 26:10a Persembahan Berasal dari Allah

Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah, sungguh mendapatkan keistimewaan dari Tuhan. Semua janji Tuhan, ditepati.

Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

  Ulangan 26:10a
TRIBUNMANADO.CO.ID .ID - Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah, sungguh mendapatkan keistimewaan dari Tuhan. Semua janji Tuhan, ditepati. Tidak ada yang tidak. Allah melakukan perkara-perkara besar dan berbagai mujizat kepada bangsa Israel. Allah menyatakan kemuliaan dan kasih-Nya kepada bangsa itu sesuai janji-Nya kepada leluhur mereka, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.

Pertolongan Tuhan selalu datang bukan hanya tepat pada waktunya, tapi melebihi apa yang mereka harapkan dan bayangkan. Pada akhirnya, Allah membawa mereka ke Tanah Perjanjian di Kanaan, negeri yang berlimpah susu dan madunya.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Sebagai tanda ucapan syukur dan bukti ketaatan mereka kepada Allah, umat Israel harus membawa persembahan. Persembahan itu harus diberikan karena Allah sudah menolong, menyertai, menyelamatkan dan memberkati kehidupan mereka secara luar biasa, dan mereka menikmati kasih karunia Allah dalam kelimpahan-Nya.

Jadi mereka harus memberi persembahan. Apalagi secara nyata, sebenarnya apa yang mereka persembahkan itu hanyalah hasil pertama dari usaha mereka di negeri penuh berkat itu. Selanjutnya hanyalah 10 persen sebagai persepuluhan.

Bukankah jumlah itu sangat kecil dibandingkan berkat Tuhan yang melimpah dalam hidup mereka?

Selain itu, sekecil dan atau sebesar serta sebanyak apapun yang diberikan umat kepada Tuhan, bukankah itu berasal dari Dia bahkan kepunyaan-Nya. Jadi, sesungguhnya manusia memberi kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan, bahkan hanya sebagian kecil dari milik Tuhan yang dititipkan-Nya kepada kita.

Jadi sesungguhnya manusia memberi persembahan kepada Tuhan apa yang Tuhan punya. Dan secara logika, apakah nilai dan harganya itu di mata Tuhan? Bukankah yang kita berikan kepada Dia adalah milik dan haknya Tuhan? Kalau begitu sesungguhnya apa yang kita persembahkan kepada Tuhan? Sesungguhnya tidak ada!
Tetapi Allah itu amat sangat baik.

Dia Allah yang penuh pengertian. Karena Dia Allah yang peduli. Pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih karunia-Nya. Dia pun menerima semuanya itu sebagai persembahan yang berbau harum di hadapan-Nya.

Karena itu Musa mengingatkan umat Israel agar membawa persembahan yang adalah berasal dan milik Allah itu kepada-Nya, meski dalam jumlah yang sedikit saja. Itu sudah cukup menyenangkan hati Allah. Karena sesungguhnya Allah lebih melihat hati kita yang rela memberikan persembahan kepada-Nya dalam ketulusan dan keikhlasan.

Jadi Musa mengajarkan bangsa Israel, agar ketika mereka membawa persembahan kepada Allah, mereka harus menyerahkan dalam kesadaran bahwa semua yang mereka miliki dan dapatkan itu berasal dari Allah.

Dan mereka mengembalikan itu sebagai tanda ucapan syukur atas berkat dan anugerah Allah serta sebagai bukti bahwa mereka mau setia dan taat kepada kehendak Allah dalam setiap jejak hidup mereka di Tanah Perjanjian itu.
Demikian firman Tuhan hari ini.

"Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN." (ay 10a)

Jadi sesungguhnya persembahan yang kita punya adalah dari Allah, milik Allah dan harus kita kembalikan lagi kepada Allah. Itupun tidak semua. Tapi Allah tetap berkenan atas apa yang kita persembahkan.

Sahabat Kristus, kita adalah umat Tuhan, milik kesayangan-Nya. Dia sangat mengasihi kita. Dia telah menyertai dan memberkati kita secara heran, dahsyat dan luar biasa, seperti kepada umat Israel. Sebab kita adalah Israel masa kini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved