Sosok Briptu CH, Oknum Anggota Polres Cirebon Diduga Rudapaksa Anak Tiri

Kini kasus dugaan oknum polisi rudapaksa anak tiri tersebut sedang didalami penyidik Polresta Cirebon.

Editor: Alpen Martinus
Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi polisi. Menguak sosok kakak asuh yang mencoba membantu mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo agar divonis ringan dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Satu lagi anggota polisi yang ikut mencemarkan nama baik institusinya, lantaran perbuatannya.

Ia diduga melakukan tindak pidana kejahatan seksual merudapaksa anak tiri.

Oknum polisi tersebut bernama Briptu CH yang bertugas di Polresta Cirebon.

Baca juga: Oknum Kepsek dan Tukang Sapu Diduga Bergiliran Rudapaksa Bocah Perempuan, Korban Diberi Serbuk Putih

Kini kasus dugaan oknum polisi rudapaksa anak tiri tersebut sedang didalami penyidik Polresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, oknum berinisial CH itu diduga melakukan tindak kekerasan fisik dan seksual kepada korban.

Menurut dia, tersangka diamankan setelah dilaporkan istrinya atas tindakan tersebut dan langsung ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Tantang Komnas HAM Buktikan Kasus Rudapaksa ke PC


Jajaran Polresta Cirebon dan Komnas Perlindungan Anak saat menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers soal kasus dugaan oknum polisi rudapaksa anak tiri di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (26/9/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaq)

"Saat ini, kami masih mendalami kasusnya," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (26/9/2022).

Ia mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan ibu kandung korban pada akhir Agustus 2022 yang langsung ditindaklanjuti Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Setelah serangkaian proses penyelidikan, kasus itu pun dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan, kemudian mengamankan tersangka pada 6 September 2022.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Pernyataan Mengejutkan Komnas Perempuan soal Pelecehan Putri, Singgung Rudapaksa

Pihaknya pun menahan secara resmi tersangka terhitung mulai 7 September 2022, sehingga perhari ini CH telah menjalani masa tahanan selama 20 hari.

"Tersangka juga dijerat pasal berlapis dari mulai UU TPKS hingga UU PKDRT, dan ancaman hukumannya mencapai 15 tahun - 20 tahun penjara," kata Arif Budiman.

Arif menyampaikan, barang bukti yang diamankan dalam kasus tersebut, di antaranya, seragam sekolah milik korban, dan lainnya.

Hingga kini, pihaknya masih memeriksa lebih lanjut dan meminta keterangan para saksi untuk mengungkap fakta-fakta terbaru dalam kasus tersebut.

"Kami juga memeriksa kondisi psikologis korban untuk mengukur apakah korban mengalami trauma, dan memberikan trauma healing," ujar Arif Budiman. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved