Apa Itu Grup Wagner? Perusahaan Militer Swasta dari Rusia, Punya Ribuan Tentara Bayaran

Prigozhin mengatakan dalam sebuah pernyataan dari perusahaannya, bahwa dia mendirikan Grup Wagner

Editor: Alpen Martinus
AFP
Grup Wagner diyakini dimiliki oleh Yevgeny Prigozhin (kanan) 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Perang antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini melibatkan banyak pihak.

Selain kedua negara yang bertikai, juga melibatkan banyak sekali kelompok, termasuk para tentara bayaran.

satu di antara kelompok yang terlibat adalah Grup Wagner.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Perang Rusia dan Ukraina Tidak akan Segera Selesai


Anggota Grup Wagner di Ukraina timur pada 2014.(@RSOTM GRUP TELEGRAM)

Teka teki mengenai sosok dibalik berdirinya tentara bayaran yang dinamai Grup Wagner akhirnya terungkap.

Dia adalah seorang pengusaha Rusia bernama Yevgeny Prigozhin.

Prigozhin merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebagaimana dilansir dari Kantor berita AFP, Yevgeny Prigozhin mengeklaim pada Senin (26/9/2022) bahwa dia telah mendirikan Grup Wagner dan mengonfirmasi penyebarannya ke negara-negara di Amerika Latin dan Afrika.

Baca juga: Pantas Presiden Jokowi Khawatir Rusia Akan Gunakan Senjata Nuklir ke Ukraina, Ternyata Ini Dampaknya

Tujuan mendirikan Grup Wagner, Prigozhin mengatakan dalam sebuah pernyataan dari perusahaannya, bahwa dia mendirikan Grup Wagner untuk mengirim pejuang ke wilayah Donbass Ukraina pada 2014.

"Sejak saat itu, pada 1 Mei 2014, sekelompok patriot lahir, yang kemudian mendapatkan nama BTG Wagner," kata Prigozhin.

Prigozhin sebelumnya sempat membantah memiliki hubungan dengan Grup Wagner.

"Saya sendiri membersihkan senjata lama, menemukan rompi anti peluru dan menemukan spesialis yang dapat membantu saya dalam hal ini," jelas dia.

Baca juga: Siapakah Grup Wagner? Pasukan Elite Chechnya yang Ditugaskan Khusus Membunuh Presiden Ukraina

"Orang-orang ini, pahlawan yang membela rakyat Suriah, orang-orang lain dari negara-negara Arab, orang Afrika yang miskin, dan Amerika Latin telah menjadi pilar tanah air kami," ungkap Prigozhin.

Prigozhin kini berusia 61 tahun. Dia sendiri telah terkena sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved