Kasus Penganiayaan

Oknum Polwan Aniaya Seorang Wanita di Riau, Ini Kronologinya

Oknum Polwan di Riau jadi tersangka kasus penganiayaan. Seorang wanita jadi korban.

Editor: Frandi Piring
via Surya.co.id
Oknum Polwan Diduga Aniaya Seorang Wanita di Riau. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dugaan kasus penganiayaan dilakukan oleh oknum polisi wanita alias Polwan berinisial IDR di Riau.

Polwan tersebut kini menjadi tersangka imbas melakukan penganiayaan kepada seorang wanita bernama Riri Aprilia Martin (25).

Selain IDR, ibunya yang juga melakukan penganiayaan kepada korban ikut menjadi tersangka.

Tapi ibunda IDR tak akan ditahan lantaran harus menjaga cucu yang tak lain merupakan anak dari IDR.

IDR dan ibunya terbukti melakukan penganiayaan kepada Riri hingga babak belur dan mengalami trauma.

Aksi penganiayaan itu dipicu gara-gara korban menjalin hubungan dengan adik dari IDR.

Kedua pelaku ditetapkan tersangka disampaikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Minggu (25/9/2022) malam.

"Penyidik telah melakukan gelar perkara pada hari ini, dengan menetapkan dua orang terlapor yakni IDR dan YUL sebagai tersangka," ucap Sunarto melalui keterangan tertulis.

Ia menyebut, Polwan yang bertugas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, itu tidak hanya dijerat pidana, namun juga dinyatakan melanggar kode etik kepolisian.

Baca juga: Sosok IDR Polwan Polda Riau, Dilaporkan Lantaran Aniaya Pacar Adiknya, Bertugas di BNNP

Baca juga: Polwan Dilaporkan Selingkuh dengan 2 Polisi, Istri Balik Laporkan Suaminya KDRT dan Juga Selingkuh

Baca juga: Profil Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kapolres Metro Jakarta Selatan Pengganti Kombes Budhi

Penganiayaan polwan

"Ini setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan oleh tim Bidang Propam Polda Riau.

Tersangka IDR telah ditempatkan di tempat khusus oleh Propam Polda Riau terkait pelanggaran kode etik Polri yang telah dilakukannya," sebut Sunarto.

Namun, ibu sang Polwan, yakni YUL malah tidak ditahan. YUL dinilai kooperatif serta harus merawat cucunya atau anak dari IDR.

"Tersangka YUL dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum, tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan merusak barang bukti serta alasan kemanusiaan, dimana ia harus merawat cucunya, yakni anak dari tersangka IDR," kata Sunarto.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved