Kabar Vera Simanjuntak Pasca Brigadir J Tewas Dibunuh Ferdy Sambo, Masih Kerap Diperiksa Polda Jambi
Sosok Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir Yosua atau Brigadir J jarang disorot kamera beberapa bulan belakangan ini.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Lama tak terdengar kabarnya, ternyata Vera Simanjuntak masih kerap mdipanggil ke Polda Jambi.
Selain itu, keluarga Brigadir J juga masih dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Dikabarkan ia juga masih sering mengunjungi makam sang kekasih.
Baca juga: Arwah Brigadir J Datangi Ibu dan Kekasih Dalam Mimpi, Pantas Vera Simanjuntak Langsung Datangi Makam
Vera Simanjuntak yang merupakan kekasih Brigadir J saat berkunjung ke rumah keluarga Yosua di Sungai Bahar, Muaro Jambi usai berziarah ke mendiang Yosua. (Tribun Jambi)
Sosok Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir Yosua atau Brigadir J jarang disorot kamera beberapa bulan belakangan ini.
Namun sepekan belakangan ini, Vera yang seharusnya Vera akan dipersunting Brigadir J beberapa bulan mendatang harus menguburkan impiannya.
Brigadir J tewas ditembak Bharada E atas perintah dari Ferdy Sambo yang merupakan atasan Brigadir J, Jumat (8/7/2022).
Terbaru Vera, Minggu siang terlihat bersama keluarga Brigadir J mendatangi Mapolda Jambi, Minggu (25/9/2022).
Baca juga: Ibunda Vera Simanjuntak Ungkap Kondisi Putrinya setelah Brigadir J Meninggal, Menangis Histeris
Dalam foto yang diabadikan wartawan Tribun Jambi, Vera Simanjuntak nampak berjalan beriringan dengan Rosti Simanjuntak, ibunda Brigadir J.
Tampak tangan kanan Rosti Simanjuntak memegang lengan kiri Vera.
Saat tiba di Mapolda Jambi, Vera Simanjuntak tampak tak banyak bicara.
Vera Simanjuntak terlihat mengenakan masker hitam.
Baca juga: Vera Simanjuntak Ziarah ke Makam dan Datangi Rumah Brigadir J, Masih Sering Mimpikan Sang Kekasih
Vera Simanjuntak (paling kiri) didampingi ibu Brigadir Yosua Rosti Simanjuntak datang ke Polda Jambi, Minggu (25/9/2022) siang. (tribunjambi/aryo tondang)
Bareskrim Mabes Polri kembali periksa keluarga inti Brigadir Yosua di Mapolda Jambi, Minggu (25/9/2022) siang.
Pemeriksaan kali ini, didampingi langsung oleh kuasa hukum keluarga yakni, Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, dan Martin Simanjuntak.
Keluarga yang hadir yakni, Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak, Yuni Hutabarat, Devi Hutabarat, dan Reza Hutabarat.
Ada Rohani Simanjuntak, Roslin Simanjuntak, dan kekasih almarhum Yosua, Vera Simanjuntak, Sangga Sianturi, dan 2 orang perawat.
Sebelumnya Vera juga juga sempat berziarah ke makam Brigadir J di Desa Suka Makmur, Sungai Bahar Muaro Jambi.
Vera ziarah ke makam Brigadir J disebut merupakan keinginannya sendiri.
Salah satu penyebabnya karena Vera mengaku sering memimpikan sosok Brigadir Yosua.
Vera tak sendiri ziarah ke makam Brigadir J.
Dia bersama kakak dan ibunya serta turut didampingi oleh keluarga Brigadir J.
"Belum lama datang setengah 4 tadi langsung ke makam, mimpi terus katanya," kata Ayah Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat dilansir dari Tribun Jambi.
Di dalam rumah terlihat Vera sudah akrab dengan kedua orang tua Brigadir J, terlihat candaan dan perbincangan yang hangat.
Tampak juga Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak memberikan hadiah kepada Vera.
Hadiah tersebut merupakan kiriman dari kerabat yang ada di Belanda.
Namun, Vera Simanjuntak masih enggan buka suara terkait dengan kondisinya.
Vera Simanjuntak menyebut ini merupakan kunjungan keluarga.
Untuk diketahui, Vera menjalin hubungan asmara dengan Brigadir Yosua Hutabarat sejak dia masih kuliah.
Kala itu, Brigadir J yang masih berada di kesatuan Brimob, sedang bertugas di Pamenang, Merangin.
Hubungan mereka terus berlanjut. Mereka harus menjalani hubungan jarak jauh saat Brigadir J tugas di Jakarta.
Tak Menyerah Memperjuangan Keadilan
Samuel Hutabarat, ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat menegaskan tidak akan pernah menyerah dalam memperjuangkan keadilan atas kematian anaknya.
Hal ini, disampaikan oleh Samuel Hutabarat dan Istrinya, Rosti Simanjuntak dalam acara Refleksi Dalam Lagu dan Cerita Brigadir Yosua Hutabarat, yang diikuti oleh Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB), GMKI Jambi, PMKRI dan GAMKI Muaro Jambi di Warkop Bunga Robusta, Mayang, Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (23/9/2022).
"Saya mau luruskan, karena di media sosial dan youtube dibilang saya menyerah. Saya katakan saya tidak akan menyerah, hanya saja saya bingung dengan penanganan kasus anak saya yang sampai saat ini masih berjalan dan belum jelas," katanya.
Ia juga meminta, agar masyarakat dan semua pihak tidak memfitnah anaknya terkait isu pelecehan seksual.
"Ada yang fitnah anak saya melakukan pelecehan, dan itu sudah terbantahkan. Itu sangat dikecewakan, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, apalagi anak saya yang sudah mati," tambahnya.
Dalam acara rfelksi tersebut, Samuel juga mengingat kembali tragedi kematian hingga masa kecil sang anak.
Kenangan dan peristiwa ini, disampaikan oleh Samuel Hutabarat dan Istrinya, Rosti Simanjuntak.
Dalam kesempatan ini, Samuel menceritakan kebaikan dan kebiasaan sang anak dari kecil hingga lulus dan mengabdi menjadi anggota Polri.
"Dari kecil, hingga dewasa, yaiitu SD, SMP, SMA, dan sampai jadi Polisi, dia sangat sederhana dan semua teman-temannya mengakui itu," kata Samuel.
Samuel menceritakan, bahkan almarhum Yosua kerap memakai celana pendek dan sendal biasa, untuk menunjukkan kesederhanaannya.
Kata Samuel, Yosua sangat sayang pada keluarga khususnya ke pada sang ibu. Bahkan, Yosua tidak akan pernah tertidur jika dalam sehari tidak saling teleponan dengan sang ibu, Rosti Simanjuntak.
Sementara itu, Rosti Simanjuntak tak kuasa menahan tangis saat mengenang kembali masa kecil sang anak.
Rosti mengatakan, Yosua meruoakan berkat yang dititipkan oleh Tuhan bagi keluarganya, khusunya bagi dirinya, sebagai ibu yang mengandung dan melahirka.
Katanya, semasa hidup, Yosua sangat peka dan memiliki felling yang kuat terhadap kondisi keluarga dan dirinya.
"Dia sorotan dari mata aja, sudah mengerti dia kondisi kami, dia sangat peka," katanya.
"Dan apapun penderitaanya, dia tidak pernah ceritakan," sebutnya.
Yosua selalu total dalam memberikan rasa kasih sayang dan selalu menghibur keluarga.
Katanya, semua rekan masa kecil hingga teman yang sudah dewasa, mengaku turut merasa kehilangan dan ikut meneteskan air mata atas kematian Yosua yang tragis.
"Dia yang dikirim Tuhan ke dunia, terdidik untuk menjaga kepercayaan. Kami mohon bantu kami bapak ibu agar kasus ini dapat terbuka dengan jelas" katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com