Manado Sulawesi Utara

Ferry Liando Pakar Kepemiluan Unsrat Manado Sulawesi Utara Beber Ciri-ciri Figur yang Potensi Gagal

Ferry Liando Pakar Kepemiluan Unsrat Manado Sulawesi Utara Beber Ciri-ciri Figur yang Potensi Gagal.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Ferry Liando Pakar Kepemiluan Unsrat Manado Sulawesi Utara Beber Ciri-ciri Figur yang Potensi Gagal 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - 44 Desa di Minahasa Utara menghelat Pemilihan Hukum Tua.

Sebanyak 181 Calon ikut serta dalam pemilihan ini.

DR Ferry Daud Liando, Pakar Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi menyampaikan, Pemilihan hukum tua merupakan konsekuensi dari negara demokrasi. Demokrasi selalu identik dengan kedaulatan rakyat.

"Kedaulatan rakyat diwujudkan melalui pemilihan pemimpin termasuk hukum tua dipilih secara langsung oleh masyarakat. Pemilihan hukum tua di Minahasa merupakan nilai-nilai demokrasi tua," kata dia.

Ia menjelaskan, artinya jauh sebelum pemilihan presiden, gubernur dan bupati/wali kota dilakukan secara langsung, pemilihan hukum tua di Minahasa sudah menerapkan itu. 

Pada pemilihan hukum tua masyarakat harus memastikan yang akan mereka pilih adalah kader terbaik di desa. 

"Jauh sebelum warga desa menjadi calon hukum tua, reputasi dan dedikasi sudah melekat pada warga desa itu," katanya kepada trinunmanado.co.id, Senin (26/9/2022).

Baiknya, kata Liando, pilihan masyarakat akan ditentukan oleh prestasi yang pernah dilakukan calon, jauh sebelum tahapan pencalonan hukum tua.

"Calon yang gemar bagi-bagi uang, pesta pora dan menghasut warga pada saat pencalonan,  berpotensi menjadi hukum tua yang gagal," kata dia

Calon seperti itu hanya akan menggunakan jabatan hukum tua hanya sekadar status sosial, atau sekedar memperkaya diri.

Masyarakat harus mampu membedakan mana calon pemimpin yang amanah dan berintegritas dan mana yang bukan.

"Calon pemimpin yang membagi-bagokan uang, dan gemar berpesta pora hanya sekadar untuk mendapatkan dukungan tentu berpotensi bukan menjadi pemimpin terbaik  ketika menjabat di desa," kata dia.

Dalam pemilihan ada yang menang dan ada yang kalah, bagi calon terpilih diharapkan bisa mengkonsolidasikan kembali hubungan masyarakat, karena pada saat tahapan pemilihan, mereka terpolarisasi karena beda pilihan. 

Calon yang menang merangkul calon dan tim sukses yang kalah. Bangun komunikasi dan bangun hubungan. Beri pengertian dan berharap dukungan. 

Jangan pula berpesta pora atas kemenangan. Tindakan itu hanya mengobarkan kebencian dari pihak yg kalah.  

Jika sudah dilantik maka calon terpilih harus merealisasikan janji-janji kampanye, dan berlaku adil bagi semua masyarakat, baik masyarakat yang memilih dirinya atau tidak memilih, harus diperlakukan secara adil dalam pelayanan pemerintahan desa. (ryo)

Pemilihan Hukum Tua Minahasa Utara, Seruan Tokoh Agama Minut: Siap Menang Siap Kalah

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan Wakil Pimpinan Wilayah BNI Suluttenggomalut

Seorang Polwan Hajar Kekasih Adiknya hingga Babak Belur, Ternyata Bukan Pertama Kalinya

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved