RHK Senin 26 September 2022

BACAAN ALKITAB - Ulangan 26:3-4 Pernyataan Iman

Ketika bangsa Israel lolos dari kejaran Firaun, dan mengawali pengembaraan di Padang Gurun menuju tanah Kanaan,

Editor: Aswin_Lumintang
YOUTUBE
RENUNGAN FIRMAN KRISTEN 

_ Ulangan 26:3-4 _
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika bangsa Israel lolos dari kejaran Firaun, dan mengawali pengembaraan di Padang Gurun menuju tanah Kanaan, jumlah mereka sebanyak 603.550 laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas dan siap berperang (Kel 38:26, Bil 1:46; 2:32).

Belum termasuk yang berusia di bawah 20 tahun, perempuan, orang-orangtua dan orang Lewi yang dikuduskan Tuhan.

Dalam pencatatan pertama itu, keseluruhan jumlah mereka mencapai sekitar 2 juta orang. Itu dilakukan pada tanggal 1 bulan kedua tahun kedua pengembaraan mereka di Padang Gurun.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Mereka semuanya terlahir di Mesir.
Namun, Alkitab mencatat seiring dengan berbagai perlawanan yang mereka lakukan dalam perjalanan selama 40 tahun, semua mereka mati dalam perjalanan dan tidak masuk di tanah Kanaan. Termasuk Musa dan Harun. Hanya 2 orang saja yang Tuhan izinkan masuk Tanah Kanaan, yakni Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Itu artinya ada sekitar 2 juta orang mati dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dapat dikatakan bahwa yang
masuk ke Kanaan adalah orang-orang terpilih dan telah dikhususkan Allah. Mereka patut bersyukur karena mereka diperkenankan Allah memasuki tanah yang berlimpah susu dan madunya itu. Sedangkan orangtua dan para pahlawan serta pemimpin mereka lainnya, tak terkecuali Musa, tidak tembus. Musa hanya melihat tanah Kanaan itu dari atas gunung Pisga saja dan tidak menyeberangi Sungai Yordan (Ul 3:27).

Sebelum masuk Tanah Perjanjian dan sebelum Musa mati, dia mengingatkan agar bangsa itu tidak melupakan Tuhan sekaligus tidak melupakan sejarah, cinta dan kasih Allah yang membuat mereka menikmati segala berkat dan kasih karunia di negeri yang berlimpah berkat itu.

Mereka lupa diri dengan melupakan Tuhan. Tapi harus mengaktakan dan menyatakan imannya sebagai bentuk ucapan syukur dan tanda ketaatan kepada Allah. Salah satunya adalah dalam hal persembahan.

Ketika mereka mulai menuai hasil dari Tanah Perjanjian itu, hasil pertama harus diserahkan kepada Allah lewat para imam-Nya. Itu harus dinyatakan dengan tata cara persembahan yang benar di hadapan Tuhan kepada imam-imam sebagai penyataan Iman mereka.

Jadi bukan hanya dalam pernyataan (kata-kata), tapi juga dalam penyataan iman (dalam tindakan iman), yang konkret dalam kesungguhan hati kepada Tuhan melalui persembahan itu. Karena Allah melihat hati umat-Nya dan tindakan nyata sebagai wujud beriman dan ketaatan kepada Tuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Dan sesampainya kepada imam yang ada pada waktu itu, haruslah engkau berkata kepadanya: Aku memberitahukan pada hari ini kepada TUHAN, Allahmu, bahwa aku telah masuk ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang kita untuk memberikannya kepada kita." (ay 3)

Seperti orang Israel yang terpilih masuk dan hidup di tanah Kanaan, kita juga terpilih dan dipilih Tuhan hidup dan berada saat ini. Karena itu pengajaran Musa agar kita memberikan yang pertama, terutama dan yang terbaik kepada Tuhan haruslah kita lakukan sebagai pernyataan dan penyataan iman kita kepada Tuhan serta bentuk kesaksian kita kepada orang lain.

Kitalah umat pilihan Allah. Kita jugalah yang terpilih masih hidup sampai sekarang ini. Kita pulalah yang mendapatkan amanat agung melanjutkan tugas pelayanan kepada semua orang dalam kekinian.

Kita harus memberi contoh dan teladan kepada semua orang tentang tatacara hidup yang benar, yang sesuai dengan hukum dan firman Tuhan. Persembahkan lah yang terbaik kepada-Nya lakukanlah segala sesuatu yang menyenangkan hati-Nya. Pakailah hidup kita sebagai persembahan yang pertama dan utama kepada Tuhan.

Hendaklah segenap hidup kita, pikiran, tutur kata, prilaku kita semuanya menjadi bentuk penyataan iman kita kepada Kristus. Yakni dengan melakukan segala kehendak-Nya dalam hidup kita, mengasihi sesama dan hidup memuliakan Dia. Itulah persembahan sejati kita, yakni menyerahkan segala aspek hidup kita kepada Dia, dan menjadikan firman-Nya sebagai pandu hidup, sekarang dan selamanya.

Allah telah memilih kita. Kita juga telah memilih percaya kepada-Nya. Maka hiduplah dalam percaya, keyakinan dan iman yang sungguh kepada Allah. Jangan sia-siakan hidup kita dengan hal-hal yang instan, sementara dan menjerumuskan hidup kita dalam hukuman kekal.

Sebagai keluarga dan orang Kristen, hendaklah kita hidup berpadanan dengan kehendak-Nya. Nyatakanlah iman dengan memersembahkan hidup kita seluruhnya dan seutuhnya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
Dengan demikian, kita menyenangkan hati Allah Dia pun akan menyertai dan memberkati kita serta membuat segala yang kita lakukan berhasil. Amin

DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami menyatakan iman kami dengan mempersembahkan hidup kami seutuhnya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan, serta berkatilah kami selalu. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved