Pantas Presiden Jokowi Khawatir Rusia Akan Gunakan Senjata Nuklir ke Ukraina, Ternyata Ini Dampaknya

Pernyataan Pemerintah Indonesia ini muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina

Editor: Alpen Martinus
The Kremlin
Pertemuan empat mata Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum berakhirnya perang antara Rusia dan Ukraina membuat masyarakat dunia khawatir.

Indonesia satu di antaranya, khususnya soal ancaman Rusia menggunakan senjata nuklir.

Peluang tersebut bisa saja terjadi jika Rusia tak mencapai tujuan mereka.

Baca juga: Mengejutkan! Ini Potret Tentara Ukraina yang Ditawan Rusia, Badan Kurus Kering

Indonesia berharap senjata nuklir tak digunakan dalam perang Rusia-Ukraina.

Pernyataan Pemerintah Indonesia ini muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina jika Barat terus ikut campur dalam konflik tersebut.

“Saya rasa Indonesia dan negara-negara dunia pada umumnya berharap konflik bisa mencapai satu solusi dan dijauhkan dari penggunaan senjata nuklir,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dalam konferensi pers yang diadakan secara daring pada Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Volodymyr Zelensky Tuding Rusia tak Ingin Perdamaian, Ungkap Beberapa Kejahatan Putin

Jokowi Ungkap 5 Poin Pembicaraannya dengan Putin, Tekan Pemimpin Rusia Demi Nasib Jutaan Manusia.
Jokowi Ungkap 5 Poin Pembicaraannya dengan Putin, Tekan Pemimpin Rusia Demi Nasib Jutaan Manusia. (AFP)

Faizasyah berpandangan dunia harus belajar dari pengalaman tentang betapa destruktifnya dampak penggunaan senjata nuklir dalam Perang Dunia II sehingga tidak mengulanginya dalam konflik apa pun.

“Kita tidak ingin terjadi kehancuran serupa seperti yang pernah dialami oleh masyarakat dunia di masa lalu,”
ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara.

Faizasyah menyebutkan, Pemerintah Indonesia terus mencermati perkembangan perang antara Rusia dan
Ukraina, termasuk pengumuman baru-baru ini oleh Putin tentang rencana mobilisasi militer secara parsial
untuk membantu pasukan Rusia di medan perang.

Baca juga: Volodymyr Zelensky Tuding Rusia tak Ingin Perdamaian, Ungkap Beberapa Kejahatan Putin

“Indonesia mengikuti dari dekat perkembangan ini karena kita memiliki perwakilan di Ukraina dan juga di Rusia
sehingga berbagai perkembangan terkait konflik yang terjadi bisa kita nilai sejauh mana hal-hal tersebut berpotensi menimbulkan eskalasi keamanan di wilayah konflik, dan juga di lingkungan yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Faizasyah mengatakan bahwa perkembangan konflik Rusia-Ukraina akan dibahas oleh Menlu Retno Marsudi dalam komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Menlu Retno saat ini sedang berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-77 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kami meyakini bahwa konflik Ukraina ini akan menjadi salah satu bahasan yang menarik perhatian delegasi negara-negara yang sekarang berada di New York dalam rangka Sidang Majelis Umum PBB,” kata Faizasyah.

Selain eskalasi konflik, Sidang PBB juga diperkirakan akan mengangkat isu krisis pangan dan energi sebagai salah satu dampak perang Rusia-Ukraina.

Isu tersebut sebelumnya telah dibahas oleh Presiden Joko Widodo ketika melakukan lawatan damai ke Kiev dan Moskow, pada akhir Juni lalu.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved