Sulawesi Utara

Ada yang Baru di Ruang Tunggu Bandara Sam Ratulangi Manado, Cap Tikus Lounge and Store Diresmikan

Inilah hal baru di Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara,  Cap Tikus Lounge dan Store baru saja diresmikan.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Opening Cap Tikus 1978 Lounge and Store di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cap Tikus 1978 Lounge and Store hadir di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado Sulawesi Utara.

Wali Kota Manado, Andrei Angouw bersama Wakil Bupati Minsel, Petra Rembang; Owner Cap Tikus 1978, Nicho Lieke; GM PT Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado, Minggus ET Gandeguai dan Kepala Bea Cukai Manado, Syamsul Bahri meresmikan lounge and store tersebut dengan menggunting pita, Sabtu (24/09/2022) sore.

Lounge itu berada di area ruang tunggu keberangkatan. Cap Tikus 1978 menjadi salah satu pilihan bagi penumpang dari Manado yang mencari oleh-oleh khas Sulawesi Utara.

Andrei Angouw mengungkapkan kebanggaannya. "Cap Tikus ini kearifan lokal. Bersyukur potensi ekonominya dimaksimalkan PT Jobubu Jarum Minahasa. Tak sekadar oleh-oleh, bisnis tapi ini kebanggaan kita," kata Andrei.

Katanya, tujuan pemerintah mensejahterakan masyarakat. Salah satu upaya ialah menggerakkan tidak perekonomian.

"Cap Tikus 1978 sudah melakukan hal tersebut, menggerakkan perekonomian lokal. Apalagi ini sudah diekspor, lebih banyak lebih bagus karena uang dari luar yang masuk semakin besar," kata Angouw.

Wakil Bupati Minsel, Petra Rembang pun senada. Pemkab Minsel selalu mendukung upaya Cap Tikus 1978 yang menaikkan derajat minuman lokal khas Minahasa.

"Usaha ini memberi dampak kepada petani Cap Tikus di Minsel, memberi dampak pada pendapatan daerah," katanya.

Petra berharap, produksi Cap Tikus 1978 semakin besar sehingga permintaan ke petani juga naik.

Owner Cap Tikus 1978, Nicho Lieke mengungkapkan, pihaknya menghadirkan lounge dan store di Bandara Samrat untuk menjawab kebutuhan wisatawan, warga yang berangkat dari Manado.

"Kami mendekatkan produk khas Sulut ini kepada wisatawan dan masyarakat," ujarnya.

Lieke mengungkapkan, dalam usaha Cap Tikus 1978, terbangun ekosistem yang melibatkan sekitar 30 ribuan petani dan pedagang Cap Tikus di Minahasa Selatan dan beberapa kabupaten kota lainnya.

Pihaknya berterima kasih atas dukungan Pemprov Sulut, Pemkab Minsel, Bea Cukai dan pihak lainnya.

"Ini bentuk dukungan kami ke sektor pariwisata dan ekonomi Sulawesi Utara," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved