Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan Kristen, Pdt Sahala Hutabarat 'Bolehkah Kita Marah'

Manusia normal pasti pernah marah, karena marah diperlukan supaya orang tahu bahwa apa yang mereka lakukan salah

Penulis: Erlina Langi | Editor: Erlina Langi
Istimewa
Renungan Kristen, Pdt Sahala Hutabarat 'Bolehkah Kita Marah' 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Kristen, Pdt. Sahala Hutabarat 'Bolehkah Kita Marah'

Berikut renungan Kristen yang dibagikan oleh Pdt. Sahala Hutabarat Selasa, (20/09/2022) di GTI Gedung Juang 45 Manado

Pdt. Sahala Hutabarat mengangkat sebuah tema khotbah tentang Bolehkah Kita Marah ?

Selanjutnya ada kata yang ia kutip, yakni “manusia normal pasti pernah marah, karena marah diperlukan supaya orang tahu bahwa apa yang mereka lakukan salah”

Setelahnya Pdt Sahala menyatakan bahwa "Marah Untuk Mendidik"

Efesus 4:26-27
(26) Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (27)dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis

Markus 11:15-17
(15) Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
(16) dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
(17) Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

Marah Untuk Mendidik

  1. Marah terhadap perbuatan yang salah
  2. Tidak menyerang kepada personal
  3. Tidak membenci pribadinya
  4. Tidak mengeluarkan kata2 kotor dan makian

Amsal 27:6
(6) Seorang kawan memukul dengan maksud baik,tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah

Marah Membawa Kepada Dosa

  • Menyimpan amarah/emosi dan menjadi berlarut-larut akan membawa kepada kejahatan

Mazmur 37:8-9
(8) Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu,jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
(9) Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan,tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.

Kejadian 4:5-8
(5) Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
(6) Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
(7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
(8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Cara Mengendalikan Amarah:

1. Belajar menguasai diri (Galatia 5:22-24)

2. Merespon dengan kasih dan kebaikan (Lukas 6:27-28)

Tuhan Yesus memberkati.

(*)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik:

Tribun Manado

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved