Mitra Sulawesi Utara

Kronologi Kasus Pembunuhan di Minahasa Tenggara Sulawesi Utara, Ini Penjelasan Kapolres Mitra

Polres Minahasa Tenggara akhirnya buka suara terkait penyebab meninggalnya seorang lelaki di Ratatotok. Sebelum kejadian, korban sempat minum miras.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
IST
Penemuan mayat di Desa Basaan Minahasa Tenggara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MITRA - Polres Minahasa Tenggara memberi keterangan terkait penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam di TKP Alason, Desa Soyowan, Kecamatan Ratatotok, Mitra, Sulawesi Utara. 

Kapolres Mitra, AKBP Ferry Sitorus, mengatakan saat ini kepolisian sudah mengamankan satu orang tersangka GM (25), warga Tombatu. 

"Pekerjaannya seorang penambang, dia juga bekerja sebagai pengawas di lokasi," ujar Sitorus, Jumat (23/9/2022). 

Kapolres mengatakan kejadian berawal saat korban datang ke tempat tersangka bekerja dan menanyakan soal pekerjaan. 

"Korban tanya kepada tersangka, apakah dia bisa bekerja disitu. Namun tersangka menjawab nanti akan diberi kabar, karena saat ini tempat kerja masih full," jelasnya. 

Lanjutnya, sekitar pukul 19.00 Wita, korban, tersangka, dan teman-teman meminum minuman keras. 

Baca juga: Hasto Tegaskan tak Ada Kubu Ganjar dan Puan di PDIP, Semua Tegak Lurus Ikut Putusan Megawati

Baca juga: Prediksi Indonesia vs Curacao, Asnawi Meragukan Tampil, Kombinasi Pemain Persib dan Persebaya

Sedang asyik minum miras, tiba-tiba tersangka dan korban terlibat adu mulut yang berujung penganiayaan dengan senjata tajam.

"Dari situ korban melarikan diri dan tersangka pulang ke rumah melaporkan masalah kepada orang tuanya dan menyerahkan diri ke Polres Mitra," jelasnya. 

Sitorus menambahkan, saat ini Polres Mitra tengah mencari barang bukti dan saksi-saksi.

Suasana saat jenazah Marcel Rugian, pemuda yang tewas di desa Basaan, Ratatotok, Minahasa Tenggara dibawa ke RS Bhayangkara Manado guna diotopsi.
Suasana saat jenazah Marcel Rugian, pemuda yang tewas di desa Basaan, Ratatotok, Minahasa Tenggara dibawa ke RS Bhayangkara Manado guna diotopsi. (tribunmanado.co.id/Rafsan Damopolii.)

"Kami juga melakukan pengembangan lanjutan oleh tim Opsnal dari Reskrim Mitra," ujarnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved