Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Manado

Begini Penjelasan Polisi Manado Sulawesi Utara Terkait Penanganan Kasus Icha 

Polisi Manado Sulawesi Utara yakni Polresta Manado Berikan Penjelasan Terkait Penanganan Kasus Icha.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Kapolresta Manado Kombes pol Julianto P Sirait - Begini Penjelasan Polisi Manado Sulawesi Utara Terkait Penanganan Kasus Icha. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Polisi Manado menyatakan, kasus bocah Icha masih dalam tahap penyelidikan. 

Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Kapolresta Manado Kombes Julianto Sirait.

Dia berharap semua pihak untuk bersabar dan meminta kerja sama semua pihak untuk mengungkap kasus tersebut.

"Masih tahap penyidikan, dari awal kan kita sudah laksanakan penyidikan,"katanya.

Julianto menjelaskan penetapan tersangka harus memenuhi dua alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP. 

Saat ini sudah ada saksi yang diperiksa, namun yang mengarah pada penetapan tersangka belum ditemukan.

"Saksi banyak, tapi yang mengarah ke penetapan tersangka, kan tak sembarang karena ini menyangkut hak asasi," jelasnya

Julianto tak mempersoalkan terkait kekecewaan keluarga atas penanganan kasus ini. 

Kendati begitu dia memastikan bahwa kasus ini akan ditangani dengan profesional.

"Kalau misalnya keluarga menyatakan kecewa yah kita maklum, karena dia kan kehilangan anaknya," kata dia. 

"Tapi namanya hukum kan harus dilakukan dengan profesional," katanya.

Ayah Kandung Bongkar Keganjalan

Dokter jaga yang menerima korban saat itu, dr Joel menyebut korban datang dengan keluhan pendarahan dan juga membawa surat permintaan visum dari kepolisian.

"Disaat pemeriksaan, saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan, disertai dengan adanya perdarahan di sekitar kemaluan," tutur dr Joel. 

"Kami juga melanjutkan dengan visum et repertum dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput dara, di mana robekan yang sifatnya sudah lama," sambung Joel.

Joel mengatakan korban langsung dirawat di bagian anak di ruang ICU. 

Pasalnya, kondisi korban saat itu menurun kesadarannya akibat pendarahan yang sudah berlangsung lama.

"Pasien dilanjutkan perawatan di Bagian Anak, dan ada temuan-temuan diduga mengarah pada penyakit leukemia," kata dia. 

"Dan itu yang kami pikirkan sebagai penyebab perdarahan di vagina atau haid tidak bisa berhenti, perdarahan berlangsung terus tidak berhenti akibat ada kelainan darah," jelasnya.

Tim dokter sendiri belum bisa memastikan apakah robekan selaput dara pada korban diakibatkan aktivitas seksual. 

Tim dokter membeberkan selaput dara juga bisa robek karena olahraga hingga kecelakaan.

Kemudian, tim dokter juga memantau lebam-lebam yang dialami pasien berpindah-pindah. 

Jadi, dokter menyimpulkan korban mengalami leukemia.

Adapun kondisi korban sebelum meninggal mengalami demam, pucat, dan pandangan mata kabur. 

Secara menyeluruh, terjadi perdarahan di bola mata korban.

Korban sudah diberi transfusi darah. 

Namun, kondisi korban yang semakin memburuk membuat nyawanya tidak terselamatkan. (Nie)

Cek berita terbaru dan menarik lainnya DI SINI

Pantas Didi Mahardika Ceraikan Rosmanizar Rela, Ternyata Lantaran Sayang Wanita Lain

Arti Mimpi Dikejar Anjing, Bisa Menggambarkan Seseorang akan Hal Ini, Cek Tafsirannya

 
 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved