Sosok Simon Dorante, Pria yang Mengaku Anak Rahasia Raja Charles III dan Camilla
Simak profil dan sosok Simon Dorante-Day seorang pria yang mengaku anak rahasia dari Raja Charles III dan Camilla
TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah kesedihan keluarga Kerajaan Inggris karena kematian Ratu Elizabeth II mencuat lagi isu seorang pria yang mengaku sebagai anak dari Raja Charles III dan istri keduanya Camilla.
Namanya Simon Dorante-Day.
Sosok pria ini berusia 56 tahun.
Baca juga: Potret Pemakaman Ratu Elizabeth II, Tangis Putri Charlotte dan Raja Charles III Pecah
Diketahui Simon Dorante-Day merupakan seorang pria asal Australia kelahiran Inggris.
Simon Dorante-Day adalah seorang insinyur yang berdomisili di negara bagian Queensland.
Dorante telah bertahun-tahun berbicara tentang keinginannya agar Charles (73) melakukan tes DNA untuk membuktikan warisan genetiknya.
Bahkan, dia pernah menulis surat kepada Ratu Elizabeth II tentang hal ini tetapi tidak mendapat tanggapan.
Dorante-Day juga merasa ditepikan ketika Charles menunjuk Pangeran William sebagai Prince of Wales yang baru pada hari-hari setelah Ratu Elizabeth II wafat.
"Saya hanya bisa berpikir, paling tidak yang bisa dilakukan Charles adalah memberi saya jawaban--akui saya.
Dia memberi William gelar seperti itu (Prince of Wales), nah di mana jawaban saya? Di mana tes DNA saya? Jika Anda bukan ayah saya, maka buktikan bahwa Anda bukan ayah saya," kata Dorante-Day dikutip dari Daily Mail, Kamis (15/9/2022).
Masa lalu Dorante-Day
Pengakuan sebagai anak rahasia Charles dan Camilla diapungkan Dorante-Day berdasarkan pernyataan nenek angkatnya sebelum meninggal.
Baca juga: Fantastis! PPATK Temukan Rp 155 Triliun, Dana Judi Online Mengalir ke IRT Hingga Oknum Polisi?
Simon Charles Dorante-Day lahir di Portsmouth, Inggris, pada 5 April 1966, dan diadopsi pada usia delapan bulan sebelum keluarganya menetap di Australia.
Kedua kakek-nenek angkat Dorante-Day dulu bekerja untuk Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip di salah satu rumah tangga Kerajaan Inggris.
Dorante-Day menyebut Raja Charles III dan permaisuri Camilla memulai hubungan dekat mereka pada 1965, setahun sebelum dia lahir berdasarkan akta kelahiran.
Dia mengeklaim, Charles sempat diutus ke Australia sembilan bulan sebelum Dorante-Day lahir dan Camilla saat itu tidak terlihat.
Dorante-Day bersikeras bahwa Camilla mengasuhnya sampai berusia delapan bulan, menyembunyikannya dari dunia dengan bantuan keluarga kerajaan dan petugas perlindungan.
Ia pun mengeklaim diberitahu ada syarat adopsi yang mengharuskan nama Simon dan Charles miliknya tidak berubah.
Namun, pada usia delapan bulan, dia terlalu besar untuk disembunyikan.
Putri seorang anggota staf rumah tangga kerajaan, yaitu nenek angkat Dorante-Day, kemudian disebut membawanya untuk dia asuh.
Klaim Dorante-Day berbeda dengan catatan resmi
Akan tetapi, kronologi kejadiannya bertentangan dengan catatan resmi yang mengatakan bahwa Charles dan Camilla baru bertemu lima tahun setelah kelahiran Dorante-Day.
Menurut penelitian Dorante-Day, Charles dan Camilla kali pertama dekat pada 1965 saat bertemu di pemakaman Winston Churchill pada Januari tahun itu.
Namun, Charles dan Camilla secara luas dilaporkan bertemu di pertandingan polo di Windsor Great Park tahun 1970.
Camilla akhirnya menikah dengan Charles pada 2005, 10 tahun setelah perceraiannya dengan Andrew Parker Bowles tahun 1995.
Dorante-Day akan lanjutkan upaya tes DNA
Berbicara secara eksklusif kepada 7NEWS.com.au, Dorante-Day mengatakan bahwa dia kini lebih berkomitmen dari sebelumnya untuk membawa Charles ke pengadilan untuk tes DNA.
Dia bahkan sudah berdiskusi dengan tokoh-tokoh hukum senior tentang legalitas membawa Raja Charles III ke meja hijau.
“Saya akan kembali ke Pengadilan Keluarga. Dalam putusan terakhirnya kali terakhir saya berada di pengadilan, hakim mengatakan kepada saya bahwa jika saya kembali dengan bukti yang semuanya dicap dengan baik dan rapi, maka tidak ada alasan untuk menolak pengajuan tes DNA, dan Charles serta Camilla harus melakukannya,” terangnya dikutip dari 7News pada Selasa (13/9/2022).
Dia menambahkan, “Tidak ada bedanya bagi saya apakah gunung (rintangan) di depan saya itu laki-laki atau perempuan.
Tidak ada bedanya bagi saya seberapa tinggi gunung itu."
“Saya masih harus mendakinya untuk membuktikan apa yang saya tahu benar. Jadi dari hal itu, tidak ada yang berubah.”
Dorante-Day lalu menyebutkan banyak yang salah berasumsi bahwa klaimnya didasarkan pada keinginan atas ketenaran dan kekayaan.
"Tentu ada unsur dalam diri saya yang mengatakan 'Ya, saya ingin menjadi Prince of Wales' tetapi ada elemen saya yang tidak juga," ujar pria yang mengaku anak rahasia Charles dan Camilla tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Sosok-Simon-Dorante-Pria-yang-Mengaku-Anak-Rahasia-Raja-Charles-III-dan-Camilla-2.jpg)