Sulawesi Utara

Ini Kata Pengamat Sosial Terkait Meningkatnya Kriminalitas di Sulawesi Utara

Kriminalitas sejauh itu masih dalam batas normal, masih dapat dianggap suatu hal yang wajar dari dinamika kehidupan kita yang sedang berkembang.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
istimewa
Meike Imbar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait meningkatnya kasus penikaman dan penganiayaan di Sulawesi Utara, Pengamat Sosial Sulut Dr Meike Imbar M.Pd mengatakan dinamika sebuah kota yang sedang beradaptasi dengan perubahan di pelbagai bidang menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan rasa damai dan aman bagi warga kota.

Mengapa demikian? Karena perubahan sosial di masyarakat selalu diikuti dengan peningkatan kriminalitas.

Hal ini terjadi karena tidak semua warga kota siap menghadapi perubahan.

Menurutnya, Kriminalitas sejauh itu masih dalam batas normal, masih dapat dianggap suatu hal yang wajar dari dinamika kehidupan kita yang sedang berkembang.

"Namun, jika rasio kriminalitas itu sudah melewati ambang batas, sebagai contoh di Kota Manado dalam satu kurun waktu yang singkat telah terjadi beberapa kali tindak kriminal kekerasan dengan Sajam yang berakibat serius pada korban, ini tentu saja tidak dapat ditoleransi lagi," tegas Imbar kepada Tribunmanado.co.id.

Hal ini, kata dia, Tidak dapat ditoleransi oleh warga kota dimana pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian sebagai pengawal keamanan masyarakat tidak efektif lagi dalam menjamin keberlangsungan kehidupan warga yang aman dan damai.

"Artinya warga kota sepantasnya meminta tanggung jawab pihak kepolisian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengawal keamanan kota," jelas Dosen di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Manado ini.

Menurutnya, Pihak kepolisian perlu berbenah diri lagi dengan meningkatkan operasi keamanan agar aktivitas warga kota di malam hari dapat dilaksanakan dengan aman.

"Termasuk dengan mengaktifkan kembali Tim Resmob Manguni, Maleo dan Tim Paniki di Lapangan," tegas Imbar

Di sisi lain, pihak pemerintah sipil dan unsur keagamaan serta lembaga pendidik perlu duduk bersama untuk memikirkan dan mengevaluasi tindakan preventif selama ini terkait keterlibatan pemuda remaja dalam aksi kriminal di jalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved