Manado Sulawesi Utara

2 Kasus Pembunuhan Terjadi dalam Satu Hari di Wilayah Hukum Polresta Manado, Ini Kata Polisi

Pada Senin kemarin, Polresta Manado menangani dua kasus pembunuhan sekaligus. Mereka mengatakan kebiasaan minum miras dan membawa sajam sulit hilang.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Isvara Savitri
tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Sugeng Wahyudi Santoso. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dua kasus pembunuhan terjadi dalam satu hari di wilayah hukum Polresta Manado pada Senin (19/9/2022). 

Kasus pembunuhan yang pertama terjadi di Kelurahan Tumumpa, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Korban yang bernama Edward Manoppo tewas dengan beberapa luka tikaman.

Pelakunya berinisial MK alias Embo warga dari daerah yang sama dengan korban.

Motif pembunuhan ini karena masalah dendam di masa lalu. 

Selain itu, pelaku tersinggung karena korban menendang kaki korban saat berada di acara ulang tahun salah satu warga.

Baca juga: Arti Mimpi Tentang Tembakan, Ternyata Punya Makna Penting, Cek Tafsirannya

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Kakek di Tateli Minahasa Sulawesi Utara Ternyata adalah Cucu Kesayangan 

Keduanya lalu berduel dan korban tewas dengan beberapa luka tikaman. 

Sedangkan pembunuhan yang kedua terjadi di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa

Korban bernama Rinto Pontoh tewas ditikam cucunya sendiri berinisial SS. 

Terduga pelaku pembunuhan kakek sendiri di Desa Tateli, Minahasa, Sulawesi Utara, saat diperiksa di Polresta Manado.
Terduga pelaku pembunuhan kakek sendiri di Desa Tateli, Minahasa, Sulawesi Utara, saat diperiksa di Polresta Manado. (Tribunmanado.co.id/Nielton Durado)

Namun dalam kasus kedua ini, Polresta Manado memastikan jika pelaku adalah orang yang mengalami gangguan mental. 

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, mengatakan jika pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam rangka mencegah berbagi tindakan kriminal.

"Tapi memang kebiasaan miras dan membawa pisau ini sulit dihentikan. Padahal ini sangat berbahaya," kata dia. 

Baca juga: Terkait Kasus Cucu Bunuh Kakek, Polresta Manado akan Gunakan Ahli untuk Jelaskan Kejiwaan Pelaku

Baca juga: PAD Kota Manado Sulawesi Utara Masih Rendah, Andrei Angouw Pimpin Rapat Kerja Pencapaian PBB

Sugeng pun meminta agar masyarakat langsung mengabari pihaknya bila ada pesta miras

Hal ini agar pihaknya bisa langsung ke lokasi untuk melakukan pencegahan. 

Korban penikaman di Tumumpa Manado Sulawesi Utara ketika dibawa ke rumah sakit.
Korban penikaman di Tumumpa Manado Sulawesi Utara ketika dibawa ke rumah sakit. (IST)

"Silahkan beri info bila ada pesta miras. Kami akan bubarkan supaya tidak ada lagi tindakan kekerasan seperti ini," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved