Pilpres 2024

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Strategi Playing Victim SBY Sudah Kuno, Jamin tak Ada Penjegalan

PDI Perjuangan dan Partai Demokrat memiliki sejarah yang sulit untuk menyatu. Hal ini kelihatannya

Editor: Aswin_Lumintang
Lusius Genik/Tribunnews.com
Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PDI Perjuangan dan Partai Demokrat memiliki sejarah yang sulit untuk menyatu. Hal ini kelihatannya masih akan berlaku pada Pemilu 2024, di mana kedua partai politik ini pada posisi saling berlawanan.

Terakhir Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mensinyalir akan terjadi kecurangan pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal ini sontak membuat beberapa petinggi PDI Perjuangan langsung membalas 'pantun' SBY tersebut.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan meninggalkan ruangan
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan meninggalkan ruangan (antara)

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak pernah menghalangi atau menjegal para calon yang hendak maju di Pilpres 2024 seperti tuduhan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Sebaliknya, justru PDIP yang kerap berusaha dijegal.

Hasto menceritakan pengalaman terkait mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan kader PD yang juga ipar SBY, Agus Hermanto, menyangkut hal tersebut.

Hal itu disampaikan Hasto dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Minggu (18/9/2022), menanggapi pernyataan SBY dalam rapimnas PD beberapa waktu lalu.

Baca juga: Akhirnya Irma Hutabarat Ungkap Penderitaan Ibu Brigadir J, Kehilangan Anak, Dilabel Pelaku Pelecehan

Baca juga: Kisah Pilu Rosti Simanjuntak, Anak Dibunuh, Label Pelecehan, Kasus Jalan di Tempat, Suaminya Pasrah

SBY menyampaikan tuduhan bahwa dia mendengar dan mendapat informasi soal penjegalan di Pilpres 2024, bahwa pasangan calon hanya akan dibatasi menjadi dua saja.

Merespons itu, Hasto justru menceritakan kejadian di tahun 2009, saat SBY berkuasa dan menjabat sebagai presiden RI.

“2009 sebenarnya elite PDI Perjuangan dengan PPP, dengan Pak Suryadarma Ali, sebenarnya sudah merencanakan kerja sama, sehingga kami memenuhi syarat-syarat Presidential Threshold. Tetapi di putaran terakhir, ada penjegalan, sehingga pada akhirnya PDI Perjuangan bekerja sama dengan Gerindra,” ujar Hasto.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved