RHK Senin 19 September 2022

BACAAN ALKITAB - 2 Korintus 8:2 Miskin tapi Kaya

Adakah manusia yang ingin menderita? Rasanya tidak ada! Semua orang, siapapun dia, orang kaya, miskin

Editor: Aswin_Lumintang
pexels.com
Bacaan Alkitab 

  2 Korintus 8:2
TRIBUNMANADO.CO.ID - Adakah manusia yang ingin menderita? Rasanya tidak ada! Semua orang, siapapun dia, orang kaya, miskin, pejabat, rakyat biasa, pengusaha, bahkan pendeta atau pelayan masyarakat tertentu, tidak ingin hidup menderita atau dalam penderitaan.

Itulah realita yang terjadi dalam kehidupan jemaat di Makedonia. Sudah menderita karena berbagai persoalan hidup, miskin pula. Jadi sudah menderita, mereka miskin.

Sehingga secara manusia mereka hidup sulit dan berat. Seharusnya secara jasmani, mereka butuh pertolongan. Tapi tidak sama sekali. Mereka bukan ditolong, malah menolong.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Mereka tidak meminta bantuan, malah mereka mengirim bantuan. Kepada jemaat Yerusalem yang sedang bergumul karena ditimpa kelaparan akibat kemarau panjang, mereka tergerak hati melakukan pelayanan kasih.

Padahal mereka sedang dicobai dengan pelbagai penderitaan. Tapi ternyata mereka memiliki sukacita yang meluap-luap. Juga, kemiskinan yang sedang mereka alami, tidak membatasi mereka berbuat baik. Walau mereka miskin bahkan sangat miskin, namun mereka kaya akan kemurahan dan kebaikan.

Oleh kasih karunia Kristus, mereka digerakan-Nya melakukan pelayanan kasih kepada jemaat Yerusalem yang sedang kesusahan. Mereka tergerak hatinya menolong dan berbagi dengan jemaat Yerusalem yang sangat membutuhkan bantuan secara material, berupa makanan dan minuman.

Meski kemiskinan sedang mendera, mereka tetap mau berbagi. Mereka memberi dari kekurangan dan kemiskinan, bukan dari kelebihan apalagi dari sisa-sisa yang ada pada mereka. Sebab mereka hidup pas-pasan. Tapi mereka memberi dari hidup mereka. Atau tepatnya lagi, mereka memberi hidup mereka untuk membantu jemaat Kristen di Yerusalem yang kesusahan kemiskinan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan." (ay 2)_

Rasul Paulus menggugah hati jemaat Korintus yang kaya raya itu dengan sikap, prilaku hidup serta keteladanan jemaat Makedonia dalam hal kemurahan hati dan belas kasihan. Mereka melakukan pelayanan kasih apa adanya, bukan karena ada apanya.

Artinya mereka memberi atau melakukan pelayanan kasih tanpa motif tertentu. Juga tanpa maksud untuk pencitraan atau agar disebut sebagai orang baik. Mereka melakukan atas kemurahan hatinya sendiri dan menjawab panggilan pelayanan kasih yang sudah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved