Renungan Kristen
Saat Teduh, Sabtu 17 September 2022 Mazmur 27:14 - Sabar Menunggu
Menunggu bisa sangat membosankan, Tapi menunggu adalah bagian dalam hidup kita, sampai akhirnya kita melihat dan menikmati buah yang kita tabur.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat Teduh, Sabtu 17 September 2022 Mazmur 27:14 - Sabar Menunggu
Mazmur 27:14 TB
Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Sabar Menunggu
Menunggu bisa sangat membosankan.
Sebagian besar dari kita lebih suka hasil dan jawaban yang cepat, efisien, dan, jika mungkin, instan.
Tapi menunggu adalah bagian dalam hidup.
Kita harus menunggu benih tumbuh menjadi makanan, menunggu satu musim perlahan berganti ke musim berikutnya, menunggu bayi bertumbuh menjadi dewasa, dan menunggu pohon berdiri cukup tinggi agar dapat memberikan keteduhan.
Suka atau tidak suka, menunggu butuh kesabaran.
Kita bisa menunggu berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun agar sebuah doa dijawab, untuk sebuah permohonan maaf yang terlambat, untuk suatu waktu yang tepat, atau untuk impian yang akhirnya terwujud.

Pixabay.com
Menunggu membutuhkan keberanian.
Raja Daud hidup hampir 3.000 tahun yang lalu, tetapi dia tahu apa artinya menunggu waktu Tuhan, menunggu untuk menjadi raja, menunggu untuk diselamatkan dari musuh-musuhnya. Dia menulis:
Mazmur 27:14 TB
“Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!”
Jika menurut Daud menantikan Tuhan itu penting sehingga ditulis dua kali dalam satu ayat, mungkin seharusnya kita memperhatikan.
Tetapi menunggu Tuhan dengan sabar bukanlah alasan untuk tidak melakukan apa-apa.
Kita dapat secara proaktif menantikan Tuhan dengan tetap berkomunikasi dengan-Nya, dengan mencari karya-Nya di momen sehari-hari, dengan membaca tentang kisah-Nya dan rencana-Nya dalam Firman-Nya, dengan menyembah Dia tidak peduli apa yang terjadi di seluruh dunia, dengan melayani orang-orang baik di dalam dan di luar pergaulan kita, dan dengan berterima kasih kepada-Nya atas karunia yang telah Dia berikan kepada kita.
Hanya karena suatu pintu tertentu tidak terbuka, atau kesempatan tertentu tidak tersedia saat ini, bukan berarti Tuhan tidak bergerak.
Bahkan ketika kita sedang menunggu Tuhan sedang bekerja.
Nuh menghabiskan puluhan tahun membangun bahtera saat dia menunggu Tuhan untuk melakukan apa yang Dia katakan.
Rut melakukan perjalanan dengan ibu mertuanya dan bekerja di ladang gandum sambil percaya akan pemeliharaan Tuhan setelah suaminya meninggal.
Yusuf tetap sabar dalam penjara selama beberapa tahun sebelum diangkat menjadi orang kedua di Mesir.
Yohanes memercayakan akhir hidupnya kepada kehendak Tuhan, dan menulis beberapa kitab Perjanjian Baru saat diasingkan di pulau Patmos.
Jadi, apa pun yang Anda hadapi, Anda dapat meminta kesabaran dan keyakinan kepada Tuhan bahwa Dia mengendalikan masa depan Anda.
Apapun ketidakpastian yang Anda hadapi, ketika Anda mengandalkan Tuhan, Anda mampu menjadi orang yang sabar menanti.
Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Saat-Teduh-Sabtu-17-September-2022-Mazmur-2714-Sabar-Menunggu.jpg)