Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Polwan Ahli Forensik Pertama Asia Bongkar Autopsi Brigadir J, Mengaku Prihatin

Akhirnya terungkap polwan ahli forensik bongkar hasil autopsi Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kolse Tribunnews.com
Sumy Hasrty Purwanti, Polwan ahli forensik pertama di Asia dan Brigadir J. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap polwan ahli forensik bongkar hasil autopsi Brigadir J.

Polwan ahli forensik tersebut bernama dr Sumy Hasrty Purwanti.

Ia mengaku prihatin saat autopsi ulang jenazah Brigadir J. Ada apa? Ini alasannya.

Baca juga: Prediksi Dua Jendral Mantan Kabareskrim Soal Banding Ferdy Sambo Terkait Putusan PTDH Anggota Polri

Baca juga: Peringatan Dini Besok Minggu 18 September 2022, Info BMKG Wilayah Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Ferdy Sambo Disebut Ada Kakak Asuh, Dibongkar Penasehat Ahli Kapolri, Ada yang Sudah Pensiun?

Brigadir J alias Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Brigadir J alias Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat. (Kolase Foto Tribun Manado/Handout)

Polwan ahli forensik pertama di Asia, akhirnya membeberkan cerita soal autopsi Brigadir J.

Sosok polwan itu adalah Kombes dr Sumy Hasrty Purwanti.

Polwan Sumy Hasrty Purwanti mengaku prihatin saat jenazah Brigadir J dilakukan autopsi ulang.

Sumy Hasrty Purwanti membeberkan alasan kenapa dia mengatakan hal tersebut.

“Maksudnya prihatin gini loh kasian, maksudnya kita itu, saya sama kolega saya apalagi yang di RS Polri, kasus Duren Tiga ini junior-junior ya,” kata dr Hastry dilansir dari Youtube VIVACOID, Sabtu (17/9/2022).

Ia mengatakan, ahli forensik itu tidak bisa menunda autopsi, karena berburu dengan waktu kematian.

“Kalau semakin lama semakin susah, semakin busuk, nanti semakin bingung ini dipukulin kah, ada kekerasan kah, ada memar kah, ada luka tembak apa, seperti itu, makanya segera dilakukan,” ungkap dr Hastry.

Dirinya pun meyakini bahwa para junior-juniornya yang mengerjakan autopsi itu sudah bekerja dengan baik dan benar, karena dasarnya semua pemeriksaan itu difoto dan direkam dalam bentuk video.

“Dan saya yakin waktu itu, kita diskusi bareng, tidak ada luka lain selain luka tembak.

(Luka penganiayaan) enggak ada,” tegas dia.

Ia pun mengungkap, luka-luka yang beredar di publik itu merupakan luka saat proses autopsi dan pasca autopsi.

Peti Jenazah Brigadir J yang kembali digali untuk proses Autopsi Ulang
Peti Jenazah Brigadir J yang kembali digali untuk proses Autopsi Ulang (Kolase foto Tribunmanado)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved