Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Dugaan Dua Motif Brigadir J Dihabisi Sambo Cs, Ternyata Bukan Pelecehan ke Putri

Dua Motif Kuat Dugaan Pembuhan Brigadir Yosua, Satu Diungkap Staf Kapolri dan Satu Diungkap Kamaruddin Simanjuntak.

KOMPAS.com Kristianto Purnomo/ISTIMEWA
Akhirnya Terungkap Dugaan Dua Motif Brigadir J Dihabisi Sambo Cs, Ternyata Bukan Pelecehan ke Putri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa motif kuat mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ferdy Sambo habisi Brigadir J?

 Motif pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo masih misteri.

Berbagai spekulasi mengenai motif pembunuhan pun bermunculan.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Kamaruddin Sebut Brigadir J Bongkar Jika Ferdy Sambo Menikah Lagi ke Putri

Kini Dua Motif Kuat Dugaan Pembuhan Brigadir Yosua, Satu Diungkap Staf Kapolri dan Satu Diungkap Kamaruddin Simanjuntak.

Staf ahli Kapolri bidang Keamanan dan Politik, Muradi, meyakini bahwa kelompok "Kerajaan Sambo" dan "Konsorsium 303", yang terkait dengan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Ferdy Sambo, di internal Polri memang ada tetapi harus dibuktikan.

"Saya bilang dari awal itu perlu dibuktikan. Kalau saya memahami konteks itu ada. Jadi kalau kita cium, baunya ada. Bentuknya seperti apa, kita enggak bisa," kata Muradi dalam program Back To BDM di Kompas.id, seperti dikutip pada Kamis (15/9/2022).

Bahkan, menurut Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran itu, para pimpinan di Polri pun diyakini mengetahui sepak terjang kelompok "Kerajaan Sambo" atau "Konsorsium 303".

"Artinya bahwa sebenarnya apakah mereka (pimpinan Polri) tahu? Pimpinan saya yakin mereka tahu. Hanya memang selama itu tidak digunakan untuk hal yang sifatnya berlebihan ya," ujar Muradi.

Menurut Muradi, yang menjadikan Sambo dianggap sebagai perwira yang punya pengaruh besar di Polri adalah dia diduga mempunyai akses ekonomi.

Maksud Muradi adalah Sambo dianggap mampu mengelola sumber-sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan untuk keperluan operasional Polri.

Akan tetapi, menurut Muradi, hal itu tetap harus dibuktikan oleh penyidik, di samping proses hukum dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Yang kemudian kerajaan apa, akses judi online segala macam itu bukan tidak mungkin. Artinya kan perlu juga digarap serius," ucap Muradi.

Isu soal keberadaan kelompok "Konsorsium 303" atau "Kerajaan Sambo" muncul seiring dengan proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Halaman
1234
Sumber: TribunMedan.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved