Pilpres 2024

Ketika Anies Baswedan Nyatakan Siap Nyapres 2024, Reaksi PKS dan PDIP Berbeda  

Meski semua lembaga survei selalu memasukkan namanya sebagai nominasi Calon Presiden (Capres) 2024, namun pemilik nama Anies Baswedan

Editor: Aswin_Lumintang
Instagram @aniesbaswedan
Gubernur Anies Baswedan dan Presiden Jokowi saat Formula E jakarta, Sabtu (4/6/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meski semua lembaga survei selalu memasukkan namanya sebagai nominasi Calon Presiden (Capres) 2024, namun pemilik nama Anies Baswedan belum pernah menyatakan secara terbuka kesiapannya untuk maju di Pilpres 2024.

Ketika tinggal sebulan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun menyatakan kesiapannya untuk bertarung jika ada partai politik yang mengusungnya.

Anies mengaku menyadari dirinya tak punya parpol yang bisa dipakainya sebagai kendaraan politik untuk maju, sehingga dia menyatakan niatnya itu akan terwujud jika ada parpol ataupun gabungan parpol yang meminangnya.

Jelang Pilpres 2024, Anies Baswedan, Andika Perkasa atau Ganjar Pranowo? Ini Kata Surya Paloh
Jelang Pilpres 2024, Anies Baswedan, Andika Perkasa atau Ganjar Pranowo? Ini Kata Surya Paloh (Youtube Tribun Timur/Rizki Sandi Saputra/ Pemprov Jateng/ Youtube Tribun Jateng)

"Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika ada partai mencalonkan saya," katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Singapura, Kamis (15/9/2022).

Masa jabatan Anies akan berakhir bulan depan.

Meskipun belum ada partai politik yang akan mengusungnya pada Pilpres 2024 namun sejumlah lembaga survei menempatkannya sebagai tokoh dengan elektabilitas teratas yang akan bertarung dalam pemilihan presiden 2024.

Anies menambahkan dengan posisinya yang tidak menjadi anggota partai politik memungkinkan dia memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan semua faksi.

"Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye. Saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas," kata mantan Menteri Pendidikan dan eks Rektor Universitas Paramadina ini.

Analis mengatakan Anies kemungkinan akan menjadi yang terdepan mengingat popularitasnya di Jakarta, posisi yang sering dianggap sebagai batu loncatan menuju kursi kepresidenan.

Presiden Joko Widodo adalah Gubernur DKI selama dua tahun sebelum menang pemilihan presiden pada tahun 2014.

Meski demikian, Reuters melaporkan Anies juga dikritik karena dia naik ke tampuk kekuasaan di Jakarta pada tahun 2017 dibantu oleh kelompok-kelompok Islam garis keras yang telah melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap lawannya dan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama, seorang Kristen etnis Tionghoa, yang kemudian dipenjara karena menghina Islam.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Pakar Hukum Sebut Jaksa Harus Cermat Tangani Kasus Ferdy Sambo: Bisa Konyol

Baca juga: Malam Final Nyong Noni Sulawesi Utara 2022 akan Seru, Berlangsung di Mercure Hotel Teteli Manado 

 Pada saat itu, Anies, yang menganut Islam moderat, terlihat tidak berbuat banyak untuk memperbaiki keretakan agama dan komunal yang melebar.

Namun, Anies mengatakan kebijakannya sebagai gubernur telah "mempersatukan rakyat Jakarta".

"Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan dan apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama lima tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved