BNPT
Antisipasi Paham Radikalisme di Sekolah, BNPT-FKPT Sulut Gelar TOT Guru Pelopor Moderasi Beragama
Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulut menggelar Kegiatan Training of Trainer (TOT)
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulut menggelar Kegiatan Training of Trainer (TOT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme dengan dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Kaban Kesbangpol Sulut, Ferry Sangian S.Sos MAP dan BNPT diwakili oleh
Drs Sujatmiko, Kepala Sub Direktorat Kontra Propaganda BNPT, Ketua BNPT Sulut, Max Surya Togas SH, Rektor IAIN, Delmus Punari Salim S.Ag, MA, M.Res, Ph.D, Kakanwil Kementerian Agama Sulut, H Anwar Abubakar S.Ag, M.Pd, Kamis (15/08/2022).
Pada kesempatan itu Ketua FKPT Sulut, Max Togas mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada BNPT RI yang boleh memberikan kesempatan kepada kami FKPT Sulawesi Utara untuk bersama dalam program Bidang Agama dan Sosial Budaya dimana bisa mengadakan dialog dimasa setelah pandemi ini dengan para Guru yang biasanya disebut sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa. Pekerjaan yang sungguh mulia oleh karena tanpa pamrih melakukan pekerjaan memanusiakan manusia sebagaimana semboyan Bapak Sam Ratulangi SITOU TIMOU TUMOU TOU yang menjadi teladan kita semua.

Togas mengatakan, FKPT Provinsi Sulawesi Utara dalam menyikapi kondisi sekarang ini ingin memberikan beberapa pandangan dan langkah-langkah untuk melakukan pencegahan meluasnya paham radikalisme dan terorisme tersebut. Khususnya berbicara tentang Moderasi beragama melalui teman-teman Guru yang ada.
Baik dalam masa pandemi Covid-19 maupun tidak, lembaga pendidikan, seperti sekolah dan madrasah memiliki peran strategis baik dalam penyebaran paham radikal terorisme maupun dalam pencegahannya. Melalui lembaga pendidikan, kelompok radikal terorisme menyebarkan paham radikalnya baik melalui kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan kurikuler dan ektra kurikuler. Melalui lembaga pendidikan ini juga, kelompok ini berusaha membuat image bahwa paham yang mereka anut adalah benar dan terbukti diminati oleh banyak orang. Melalui lembaga pendidikan ini juga, kelompok ini akan membina bibit-bibit unggul generasi muda bangsa untuk dijadikan regenerasi kelompok mereka, yang akan meneruskan cita- cita mereka.
Melalui lembaga pendidikan juga, di era pandemi Covid-19, kita dapat membentengi peserta didik dari penyebaran dan pengaruh paham radikal terorisme melalui kegiatan yang secara khusus bagi para guru agar mereka tumbuh dan berkembang sebagai pelopor moderasi beragama di lingkungan sekolahnya masing-masing.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan Bidang Agama, Sosial dan Budaya pada tahun 2021, bahwa:
1. Para guru dari berbagai tingkatan pendidikan sangat antusias mengikuti kegiatan, terbukti dengan banyaknya guru yang mengikuti kegiatan dan lomba “Guru Pelopor Moderasi Beragama”.
2. Tema besar kegiatan “Menumbuh kembangkan Moderasi Beragama sebagai Pencegahan Penyebaran Paham Radikal Terorisme” merupakan tema yang tepat, seiring dengan banyak terjadinya kasus intoleransi dan kekerasan atas nama agama baik secara verbal maupun nonverbal, termasuk di media sosial.
3. Pada beberapa kegiatan, ada kendala khususnya pada jaringan internet sehingga sedikit banyaknya mengganggu kesuksesan kegiatan, khususnya pada materi yang semestinya dapat dikuasai oleh peserta, akan tetapi karena terkendala, akhirnya penguasaan materi oleh peserta menjadi kurang maksimal.
4. Para guru yang menjadi peserta hanya mengandalkan pendengaran dan ingatan semata dalam menerima materi yang disampaikan oleh para narasumber. Mereka tidak dibekali dengan “buku/pedoman” yang menjadi panduan dalam mengembangkan materi ajar sekaligus sebagai pembekalan “kontra narasi” yang dapat mereka sampaikan kepada guru-guru lainnya yang tidak ikut dalam kegiatan pelatihan.
5. Para peserta memiliki kesepahaman yang sama tentang pentingnya upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di sekolah, dengan mengoptimalkan peran strategis guru sebagai pelopor moderasi beragama. Akan tetapi para peserta tersebut kurang memiliki pemahaman yang cukup tentang paham radikal terorisme, penyebaran dan perekrutannya serta pemahaman kontra narasinya.
Berdasarkan hasil evaluasi pada tahun 2021 tersebut dan disertai berbagai kenyataan bahwa :
1. Lembaga pendidikan dan media sosial merupakan dua wilayah yang diperebutkan oleh kelompok radikal terorisme. Kedua wilayah itu dinilai sangat efektif untuk mentransformasikan paham sekaligus perekrutan anggota.
2. Penguasaan terhadap lembaga pendidikan akan memudahkan penguasaan terhadap guru, materi, proses pembelajaran, siswa dan kegiatan lain yang ada di sekolah untuk diarahkan pada paham radikal terorisme.
3. Guru dan bahan ajar merupakan sarana transformasi paham radikal terorisme yang penting di sekolah, karena itu sebisa mungkin keduanya harus kita bentengi sekaligus melakukan kontra “counter attack” melalui keduanya.