Pilpres 2024

Baru Terungkap soal Isu Jokowi Jadi Cawapres, Surya Paloh: 3 Periode Gak Mau, Apalagi Wakil Presiden

Isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan jabatan tiga periode masih terdengar samar-samar.

Editor: Glendi Manengal
(Warta Kota/Henry Lopulalan)
Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ( kanan). 

Dan hadirnya juga budaya malu sebagai suatu asas kepantasan dan kepatutan untuk  saling menjaga. Kalau ini bisa terjaga dengan komitmen yg mengikat pada diri masing- masing dengan perilaku dan otoritasnya dimiliki oleh para elite bangsa ini, saya pikir itu akan terjaga dengan sendirinya.

Tapi kalau mentalitas para elite-nya dia ngomong doang katanya. Dia bicara sana, bicara sini, praktek spirit dan semangatnya jujur dimulai oleh dirinya, itu tidak tercerminkan pada perbuatan. Apapun peraturan perundang-undangan itu gak ada gunanya.

Sering bertemu Jokowi, soal wacana tiga periode atau Jokowi cawapres Prabowo?

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh (FOTO: MERDEKA.COM)

Saya mengenal pribadi seorang Jokowi. Saya orangnya amat sangat mempunyai confidence dan percaya akan keteguhan dan semangat kenegarawanannya.

Dia seorang pemimpin yang bekerja keras dengan karakter pribadi yang terukur, jujur, sederhana, dan amat sangat menyayangi bangsa ini.

Saya mempunyai keyakinan ketika itu masih konsisten ada pada dirinya, seluruh jawaban sudah kita miliki. Nggak ada itu mau tiga periode lah apalagi mau jadi wakil presiden, nggak ada. Berarti kita akan kehilangan Jokowi seperti apa yang kita kenal kalau itu terjadi.

Tetapi secara eksplisit apakah pernah tanya langsung ke Pak Jokowi?

Saya bahasa batin saya tahu itu dalam kedekatan personal. Saya mungkin klaim diri sendiri, tapi saya yakin sampai hari ini masih terjaga baik ya insya Allah barangkali itulah Jokowi yang kita kenal.

Soal dinasti politik, dari Pak Soekarno ke Bu Mega, Pak SBY ke AHY, dan Bang Suya ke Prananda, bagaimana komentar Anda?

Ya masing-masing para pihak mempunyai persepsi, harapan, keinginan dari objektivitas dan rasionalitas yang ada pada diri semuanya.

Yang pasti semua orang tua menginginkan anaknya lebih hebat, lebih bermanfaat, lebih membanggakan dibandingkan apa yang ada pada dirinya. Dan itu adalah human being. Nilainya itu universal dimana saja. Saya menghargai itu.

Tapi khusus untuk saya, saya mau kalaupun Prananda dia berproses saja secara alami. Mungkin tantangannya akan berbeda dengan apa yang saya hadapi, duduk meratap di pinggir jalan, merenung, berpikir, menangis.

Mungkin lebih banyak tangisan yang saya alami. Kesedihan yang saya alami, kegagalan juga yang saya alami. Tapi saya tidak berharap itu kalau bisa diulangi yang sama ya kan.

Yah tapi ada baiknya juga karena guru yang paling abadi dan paling baik yang paling hebat bukan hanya pelajaran yang kita peroleh dari sekolah-sekolah formal, tapi yang paling hebat itu adalah sekolah kehidupan. Di sana mengalami jatuh dan bangunnya kehidupan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved