Internasional

Terungkap, Ternyata Inilah yang Terjadi di Kyiv Ukraina Saat Ini, Diungkap Seorang WNI

Terungkap apa yang terjadi di Kyiv Ukraina saat ini. Seorang Warga Negara Indonesia atau WNI mengungkap apa yang dia lihat dan rasakan.

Kolase Tribun Manado/Istimewa
Pepi Aprianti Utami, WNI yang berdomisili di Ukraina. Ia mengungkap kondisi terkini di Ukraina. /Foto lain Pemandangan kantor pusat pemerintahan Kharkiv yang rusak akibat penembakan di Kharkiv pada 1 Maret 2022. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kurang lebih 200 hari telah dilewati rakyat Ukraina di tengah invasi Rusia. Dan kini masih berlangsung.

Terungkap apa yang terjadi di Kyiv Ukraina saat ini. Seorang Warga Negara Indonesia atau WNI mengungkap apa yang dia lihat dan rasakan. Rusia katanya, telah merusak banyak bangunan di Ukraina dengan rudal.

WNI itu namanya Pepi Aprianti Utami. Dia sudah 13 tahun berdomisili di Kyiv, Ukraina.

Pepi mengungkapkan, setelah invasi Rusia, Kyiv sempat dia tinggalkan karena tidak aman dari penyerangan. Namun kini dia sudah kembali ke Kyiv.

Setelah tiga bulan, ketika keadaan semakin aman barulah rombongan Pepi kembali ke Kyiv dan kumpul kembali bersama keluarga.

Kendaraan yang hancur terlihat di dekat sebuah monumen di lokasi serangan militer Rusia, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Vinnytsia, Ukraina, 14 Juli 2022.
Kendaraan yang hancur terlihat di dekat sebuah monumen di lokasi serangan militer Rusia, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Vinnytsia, Ukraina, 14 Juli 2022. (Kontan.co.id/Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS)

“Di Kyiv saya berusaha untuk tetap waspada setiap sirene berbunyi saya mencoba mencari tempat yang aman untuk berlindung,” lanjutnya.

Selain dirinya, Pepi menuturkan masih ada setidaknya kurang lebih 29 WNI yang memutuskan untuk tetap bertahan di Ukraina bersama keluarga mereka dengan alasan dan pertimbangan masing-masing.

Pepi menuturkan dirinya telah tiga kali berkunjung ke Irpin, Bucha dan Ivankiv.

Di sana banyak bangunan sipil yang hancur rumah, sekolah, rumah sakit, bahkan taman bermain. Jejak kebrutalan Rusia terpampang seperti ambulan terbakar dan lokasi kuburan massal.

“Saya juga berbincang dengan warga sekitar tentang apa yang terjadi selama masa kependudukan tentara rusia di sana. Salah satunya dengan seorang ibu yang anaknya diculik dan dianiaya oleh pasukan Rusia hingga meninggal dunia,” katanya.

Pepi mengatakan Ukraina sedang berjuang mempertahankan eksistensinya oleh karena itu Ukraina membutuhkan dukungan dari seluruh negara di dunia untuk menghadapi Rusia.

“Dukungan baik moral maupun materi, terutama senjata sangat diapresiasi. Indonesia yang pernah merasakan dijajah bisa memberi bantuan seperti donasi, memberikan perhatian dan simpati, dan bersuara untuk Ukraina,” tandasnya.

Invasi Rusia di Ukraina hingga kini terus berlangsung.

Korban dari kalangan sipil terus berjatuhan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved