Brigadir J Tewas

Akhirnya Ferdy Sambo Tak Bisa Mengelak Lagi, Bharada E, Bripka RR dan KM Kompak Akui Ini ke Penyidik

Dia mengurai isi pengakuan Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf yang ternyata kompak satu sama lain.

Editor: Indry Panigoro
Kolase Tribunnews.com/Istimewa
Kolase 5 foto tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. (Atas kiri-kanan) Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. (Bawah kiri-kanan) Bharada E, Kuat Maruf, Bripka RR. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fakta baru kasus pembunuhan Brigadir J.

Kini akhirnya Ferdy Sambo terpojok.

Ferdy Sambo tak bisa mengelak lagi.

Pasalnya satu per satu pelaku pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memberikan pengakuannya terkait pembunuhan Brigadir J.

Dan mereka kini satu suara hingga beri pengakuan pada penyidik.

Ya ketiga pelaku pembunuhan Brigadir J, yakni Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf ( KM) mulai kompak satu sama lain.

Hal itu diakui oleh pengacara Bharada E, yakni Ronny Talapessy.

Dia mengurai isi pengakuan Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf yang ternyata kompak satu sama lain.

Sebelum mengurai pernyataan itu, Ronny Talapessy terlebih dahulu bercerita perihal persiapan kliennya, Bharada E menjelang persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang diprakarsai Ferdy Sambo.

 

Diakui Ronny Talapessy, kliennya sejak awal bersikukuh akan membongkar tabiat keji Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam merencanakan pembunuhan Brigadir J.

"Klien kami sejak awal sudah menjelaskan apa yang terjadi, sudah mengaku, sudah kooperatif. Klien kami yang membuka apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini," ujar Ronny Talapessy dalam tayangan Kompas TV dilansir TribunStyle.com pada Selasa (13/9/2022).

Karenanya saat mengetahui Bripka RR ikut bersuara terkait kasus Brigadir J, Ronny Talapessy lega.

"Terkait saudara RR, yang ada keterangan diberikan RR, ini menjadi satu rangkaian cerita yang akhirnya menjadi utuh, kemarin kan masih terpisah.

Kami menyambut baik apa yang disampaikan RR, semoga kasus ini menjadi terang," kata Ronny Talapessy.

"Klien kami di bawah perintah (Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J).

Kemarin di TKP Saguling, saudara RR sudah sampaikan. Ini merupakan hal yang baik," sambungnya.

Bharada E, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bripka-rr' title='Bripka RR'>Bripka RR</a>, dan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kuat-maruf' title='Kuat Maruf'>Kuat Maruf</a> kompak satu sama lain dalam memberikan keterangan.

(Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf kompak satu sama lain dalam memberikan keterangan. (Kompas TV)

Lebih lanjut, Ronny Talapessy pun mengaku tengah menunggu kesaksian Kuat Maruf.

Sebab Kuat Maruf adalah tersangka yang ada di TKP saat penembakan Brigadir J oleh Bharada E berlangsung pada 8 Juli 2022.

"Persamaan keterangan saksi RR dengan keterangan RE ini akan kita cocokkan. Menurut saya saksi yang penting itu saudara KM ( Kuat Maruf).

Karena posisi KM itu sangat dekat dengan Bharada E. Posisi RR memang di belakang," pungkas Bharada E.

Kendati demikian, Ronny Talapessy menyebut ada pernyataan atau kesaksian Kuat Maruf yang sesuai dengan ucapan Bharada E.

"Posisi KM itu yang paling dekat," imbuh Ronny Talapessy.

"Tapi sampai saat ini kesaksian KM masih tidak sejalan dengan klien anda ?" tanya presenter.

"Ada beberapa poin yang menguatkan kami, tapi ada juga beberapa poin yang masih dibantah KM, nanti kita uji di pengadilan," akui Ronny Talapessy.

Kesamaan kesaksian Kuat Maruf dan Bharada E salah satunya adalah perihal janji Ferdy Sambo untuk memberikan uang kepada para ajudannya usai Brigadir J tewas.

Rupanya diam-diam, Kuat Maruf, Bripka RR, dan Bharada E mengurai kesaksian kompak di depan penyidik.

Hal itu tercipta saat ketiganya menjalani rekonstruksi.

"Kemarin di rekon itu, KM, RR, Bharada E itu menyampaikan bahwa memang betul mengenai dijanjikan uang tersebut itu apa adanya," ujar Ronny Talapessy.

Sebelumnya, Erman Umar mengurai penjelasan perihal adegan Ferdy Sambo hendak memberikan uang ke ajudannya saat rekonstruksi.

Namun kala itu, Ferdy Sambo membantah pernyataan Bripka RR soal menjanjikan uang.

"Ricky dibilangin sama ibu ( Putri Candrawathi) atau Pak Sambo, si Richard (dijanjikan uang) Rp 1 miliar karena dia nembak, si Ricky Rp 500 juta, si Kuat Rp 500 juta," ujar Bripka RR seraya ditirukan Erman Umar.

Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/brigadir-j' title='Brigadir J'>Brigadir J</a>, Bripka Ricky Rizal atau <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bripka-rr' title='Bripka RR'>Bripka RR</a> menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/brigadir-j' title='Brigadir J'>Brigadir J</a> di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ferdy-sambo' title='Ferdy Sambo'>Ferdy Sambo</a> di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).

(Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (WARTA KOTA/YULIANTO)

Kesaksian Pengacara Bripka RR

Sementara itu, pengacara Bripka RR, Erman Umar menyambut baik apresiasi dari kuasa hukum Bharada E.

Diungkap Erman Umar, ia akan membuktikan kesaksian kliennya dengan Bharada E kelak di persidangan.

"Walaupun tidak semua sama tapi rangkaian itu bisa saling mendukung, keterangan RR, Richard dan keterangan lain, terutama di lokasi kejadian. Antara RR sama Richard saling berkesuaian," ungkap Erman Umar.

Ngotot membela Bripka RR, Erman Umar tak menampik bahwa ia sedang mengusahakan agar kliennya mendapat hukuman ringan.

"Namanya sebagai lawyers, kalau kita melihat ini kan, mungkin bukan hanya RR, tersangka kayak Richard juga ini kan merupakan keadaan yang tidak diharapkan.

Dia tidak berniat ada kejadian dadakan sehingga tidak ada pilihan lain. Menurut saya yang pantas, mereka ( Bripka RR dan Richar) ini jadi saksi," akui Erman Umar.

Bripka RR kuak detik-detik penembakan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/brigadir-j' title='Brigadir J'>Brigadir J</a> di rumah <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ferdy-sambo' title='Ferdy Sambo'>Ferdy Sambo</a>

(Bripka RR kuak detik-detik penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo (YouTube KOMPASTV)

Mengulas kembali kesaksian Bripka RR, Erman Umar blak-blakan.

Bahwa Bripka RR tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

Pernyataan Bripka RR itu bertolak belakang dengan Bharada E yang mengaku melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

"Yang dilihat RR, yang menembak itu siapa saja ?" tanya presenter.

"Kalau yang dia lihat, kan ada perintah suruh tembak, yang dia lihat Richard," pungkas Erman Umar.

"Bripka RR melihat penembakan ?" tanya presenter.

"Melihat. Kan diperintah ada Sambo di sampingnya. Kan ada jeda lagi, dia ( Bripka RR) ada telepon dari ajudannya yang lain, HT.

Ada bunyi senjata, ajudan yang di luar pengin tahu.

Dia ada jeda, balik badan, dia lihat Sambo nembak dinding, dia tidak tahu perkembangan sebelumnya, kan ada jeda," ungkap Erman Umar.

"Apakah melihat Sambo menembak Yosua juga ?" tanya imbuh presenter.

"Dia enggak melihat. Dia melihat Sambo menembak dinding, TV, dan tangga," ujar Erman Umar.

Menimpali pernyataan Erman Umar, Ronny Talapessy membalasnya.

"Kalau keterangan dari klien saya ini kan ketika Bharada E menembak tiga sampai empat kali, dia kaget, dia mundur, di situlah saudara FS maju untuk menembak ( Brigadir J)," kata Ronny Talapessy.

"Memang waktunya sangat pendek. Kalau kita hitung itu cuma hitungannya 1 menit.

Jadi setelah nembak, dia ( Bharada E) mundur, FS maju, menembak kemudian nembak ke tembok," sambungnya.

(TribunBogor/khairunnisa)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ternyata Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Kompak Akui Ini ke Penyidik, Ferdy Sambo Makin Dikuliti

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com 

Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved