Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Ternyata Hal Ini yang Bikin Bripka RR Berani Ambil Senjata Brigadir J, Ada Peran Putri Candrawathi

Bripka RR, melalui pengacaranya mulai mengungkap kejadian demi kejadian sebelum Brigadir J tewas ditembak.

Editor: Ventrico Nonutu
WARTA KOTA/YULIANTO
Bripka RR. Bripka RR, melalui pengacaranya mulai mengungkap kejadian demi kejadian sebelum Brigadir J tewas ditembak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah fakta baru terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir Nopriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mulai terkuak.

Hal ini lantaran Bripka RR yang merupakan salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J mulai buka suara mengungkap rentetan kejadian yang dialaminya.

Bripka RR, melalui pengacaranya mulai mengungkap kejadian demi kejadian sebelum Brigadir J tewas ditembak.

Baca juga: Ternyata Bripka RR Berani Lawan Skenario Ferdy Sambo karena Hal Ini, Hati Mulai Tersentuh

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 03.45 WIB, 1 Orang Tewas, Mobil Pikap Tabrakan dengan Truk saat Menyalip

Bripka RR ternyata sempat mengambil barang milik Brigadir J.

Barang milik Brigadir J tersebut dengan berani disimpan Bripka RR di kamar anak Ferdy Sambo.


Foto: Bripka RR.

Lantas barang milik Brigadir J apa yang diambil oleh Bripka RR ini?

Usut punya usut, rupanya ajudan Ferdy Sambo ini mengambil senjata milik Brigadir J.

Erman Umar, pengacara Bripka RR mengatakan kliennya memindahkan senjata Brigadir J adalah karena melihat perkelahian ajudan Ferdy Sambo tersebut dengan Kuat Maruf.

Kejadian tersebut membuat Bripka RR khawatir sehingga berinisiatif untuk memindahkan senjata Brigadir J.

Pemindahan senjata itu, kata Erman, dilakukan setelah Bripka RR diperintah oleh Putri Candrawathi untuk mencari Brigadir J.

“Sebelum turun (setelah diperintahkan Putri mencari Brigadir J), karena khawatir tadi ada cerita Kuat yang tegang (bersitegang -red), agak panik, pegang pisau, kemudian dia (Bripka RR) berinisiatif yang mungkin diketahui juga oleh Richard (Bharada E), bagaimanapun Yosua kan ada senjatanya.”

“Dia berinisiatif diambil senjata (Brigadir J), dipindahin ke kamar anaknya Ferdy Sambo,” katanya dalam Apa Kabar Indonesia Pagi yang ditayangkan di YouTube tvOne, Sabtu (10/9/2022).

Setelah itu, Erman mengatakan Bripka RR melanjutkan perintah Putri Candrawathi untuk mencari Brigadir J.

Mereka pun bertemu dan Bripka RR menanyakan apa yang terjadi antara Brigadir J dan Kuat Maruf.


Foto: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Ketemu dengan Yosua. ‘Ada apa ini Yosua? kata si RR’.

(Brigadir J jawab) Nggak tau tuh bang, Om Kuat kok marah-marah sama saya’,” kata Erman.

Kemudian, Bripka RR pun membujuk Brigadir J agar mau untuk menemui Putri Candrawathi di kamarnya.

Sesampainya di kamar Putri, Brigadir J duduk di lantai di sebelah ranjang Putri Candrawathi.

Sedangkan Bripka RR menunggu di luar yang tidak jauh dari kamar istri Ferdy Sambo itu.

“Setelah itu keluar Yosua dibawa lagi oleh RR ke bawah biar gak bersinggungan dengan Kuat.

Ternyata sesampainya di bawah ditanya lagi sama RR ‘Gimana sih, ada apa sih, Yosua?’ (Brigadir J jawab) ‘Oh enggak apa-apa bang’,” ujar Erman.

Lalu, lanjutnya, Bripka RR tidak lagi bertanya kepada Brigadir J dan meninggalkannya.

Pengacara Sebut Bripka RR Cabut Keterangan Skenario Sambo dan Hanya Korban Keadaan

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, Bripka RR mencabut keterangannya perihal ikut skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Erman mengatakan kliennya itu hanya korban keadaan dalam pembunuhan Brigadir J.

"Kan dia bukan yang dia berbuat.

Dia korban keadaan.

Ya kan? Kan enggak mungkin dia membayangkan ini," kata Erman di Lobi Bareskrim Mabes Polri, Kamis (8/9/2022) malam dikutip dari YouTube Kompas.com.

Alasan ini lantaran menurut Erman bahwa Bripka RR dalam kondisi mendadak terkait keterlibatannya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Bahkan, ujar Erman, kliennya itu sempat kaget ketika disuruh Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Dengan fakta itu, Erman menyebut Bripka RR sepantasnya sebagai saksi.

"Kalau menurut saya, sebenarnya klien saya pantasnya sebagai seorang saksi," tuturnya.

Selain itu, Erman juga menyebut Bripka RR mens rea atau tidak memilik niat jahat kepada Brigadir J.

Dirinya menambahkan, Bripka RR juga tidak memiliki pikiran untuk memberitahukan ke pihak luar terkait rencana pembunuhan terhadap Brigadir J.

Menurutnya, hal tersebut lantaran Bripka RR merasa kejadian itu sangatlah mendadak.

"Dia kan belum sampai sejauh itu, ini dadakan. Dipanggil lagi Richhard, mana ada waktu sementara dia juga goncang juga."

"Dan juga berpikir, 'tidak mungkinlah pasti diklarifikasi dulu (ke Brigadir J)," katanya.

Erman mengungkapkan Bripka RR juga baru memiliki keberanian untu tidak mengikuti skenario Ferdy Sambo soal baku tembak usai memperoleh dukungan dan semangat dari keluarganya.

"Itu kan (skenario baku tembak Ferdy Sambo) pimpinan, atasan lihat dong kekuatannya ini setelah kejadian ini banyak polisi (ikut terlibat)," katanya.

Telah tayang di TribunNewsmaker.com

Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved