Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Senin 12 September 2022

BACAAN ALKITAB - Ulangan 4:3-4 Pilih Hidup atau Dimusnahkan?

Hidup adalah pilihan. Jika kita ingin bahagia dan diberkati, maka taatlah kepada Tuhan. Jika kita tidak taat kepada Tuhan

Editor: Aswin_Lumintang
Dadik Hardian.org
Bacaan Alkitab 

  Ulangan 4:3-4
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hidup adalah pilihan. Jika kita ingin bahagia dan diberkati, maka taatlah kepada Tuhan. Jika kita tidak taat kepada Tuhan, maka kita akan dihukum dan dimusnahkan Allah. Yang melawan Tuhan akan dibinasakan menurut pelanggarannya masing-masing, sedangkan yang bertobat dan mengikuti jalan Tuhan, tidak dibinasakan tapi dibina.

Musa memeringatkan kembali orang Israel bahwa Allah tidak akan berkompromi dengan dosa, terutama penyembahan berhala. Siapa yang mengkhianati Penciptanya yang adalah Tuhan dunia, dia akan menanggung akibatnya. Hal ini telah terbukti ketika orang Israel tinggal di Sitim. Sejumlah orang Israel kawin campur dengan perempuan Moab dan mengikuti ilah mereka yang adalah baal. Mereka pun menyembah berhala yang tidak lain adalah Baal-Peor (Bil 25:1-18).

RENUNGAN FIRMAN KRISTEN
RENUNGAN FIRMAN KRISTEN (YOUTUBE)

Ketika itu Musa menangkap para pemimpin bangsa yang ikut menyembah Baal-Peor. Mereka mati dihukum ganteng di tempat yang terang benderang. Ini dimaksudkan agar ada efek jera bagi semua jemaat. Dan, orang Israel yang berhasil ditangkap dan dibunuh oleh tulah itu adalah sebanyak 24.000 orang (Bil 25:9).

Termasuk peristiwa ketika Zimri seorang pemimpin Israel keturunan Simeon yang datang membawa seorang perempuan Midian dan telah mengikuti baal. Dia dikejar oleh Pinehas, anak imam Eleazar cucu Harun dan ditombaknya sampai mati bersama perempuan Midian yang bernama Kozbi anak Zur-Zur seorang pemimpin di Midian. Tulah Tuhan pun terhenti.

Semua yang menyembah berhala (Baal Peor), dihukum mati. Mereka Dimusnahkan karena telah menghina dan mengkhianati Pencipta dan Pemilik kehidupan mereka yang telah melakukan berbagai perkara besar atas mereka.

Karena itu menjelang memasuki tanah Kanaan dan sebelum Musa meninggal dunia, yakni sebelum mereka menyeberangi sungai Yordan, Musa memeringatkan mereka agar menjauhi penyembahan berhala seperti yang terjadi kepada peristiwa Baal-Peor dan Kozbi itu. Itulah kisah nyata dalam perjalanan bangsa Israel ketika mereka menyembah berhala.

Namun demikian, bagi yang tetap percaya kepada Allah, dibiarkan tetap hidup. Mereka dipelihara dan diberkati-Nya secara luar biasa.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor,
  sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini. " (ay 3, 4)

Allah maha adil. Allah tidak memaksa orang Israel percaya kepada-Nya. Namun, bagi mereka tersedia hukuman. Mereka akan dimusnahkan Allah oleh keadilan-Nya yang agung dan tinggi luhur. Sedangkan setiap orang yang berpaut kepada Allah, setia dan taat melakukan perintah-Nya, mereka selamat, bahagia karena dipelihara dan diberkati Allah secara heran, dahsyat dan luar biasa.

Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan kita orang Kristen dewasa ini. Meski dalam bentuk atau cara yang berbeda di zaman Musa, namun pada prinsipnya sama. Yakni bahwa kita bebas memilih jalan hidup kita apakah memilih Kehidupan atau pemusnahan dari Allah.

Jadi, Allah mempersilahkan kita memilih. Namun kita harus menerima konsekwensinya. Kita akan menerima akibat dari pilihan kita. Maukah kita memilih kemusnahan (kematian) dengan menyembah allah lain dan atau melakukan hal-hal jahat (dosa) di hadapan Tuhan? Tentu tidak! Pasti kita semua memilih kehidupan, agar kita tenteram, aman, nyaman dan damai bersama Tuhan.

Atau masih maukah kita memilih jalan pemusnahan seperti para pengikut baal (Peor). Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah berkompromi dengan dosa. Dosa tetaplah dosa. Allah akan menghukum semua orang yang hidup jahat di hadapan-Nya. Mereka akan dimusnahkan, meski tidak dalam bentuk seperti yang terjadi di Sitim itu. Yang pasti, Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya di tengah-tengah kehidupan umat-Nya.

Karena itu, pilihlah kehidupan dan jauhilah yang jahat. Sebagai keluarga dan jemaat Kristen, kita telah memilih kehidupan. Artinya kita sudah berada di zona nyaman, aman, damai dan diberkati Allah di bumi dan di sorga. Maka hendaklah hidup kita berpadanan dengan firman Tuhan.

Kita juga adalah hamba Tuhan. Maka kita bukan hanya hidup takut akan Tuhan, setia dan taat pada-Nya, kita harus mengajarkan dan meneruskan semua pengajaran Allah kepada anak cucu, cicit kita dan semua orang yang dapat kita jangkau, baik secara Daring maupun Luring. Pilihlah kehidupan dan hiduplah dalam Tuhan. Pastilah kita dan keluarga diberkati-Nya secara luar biasa dalam segala hal. Amin

DOA: Tuhan Yesus, tuntun kami agar terus memilih hidup yang menghidupkan dengan terus memuji dan menyembah Engkau, tidak berpaling pada kejahatan dalam bentuk apapun juga. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved