Bursa Capres

Warga Pedesaan Pilih Puan Maharani, Pendiri Survei KedaiKOPI: Ini Penyebab Kalah di Medsos

Politisi PDI Perjuangan, Puan Maharani tetap memiliki peluang menang di Pilpres 2024, jika nanti diusung PDI Perjuangan.

Editor: Aswin_Lumintang
HO/PDIP Sulut
Nama Puan Maharani kembali disuarakan sebagai Capres 2024 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan, Puan Maharani tetap memiliki peluang menang di Pilpres 2024, jika nanti diusung PDI Perjuangan.

Pasalnya, Puan Maharani memiliki massa jelas. Hanya memang pemilih Puan kebanyakan adalah Wong Cilik yang tinggalnya di pedesaan.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio. menilai wajar jika saat ini Ketua DPR RI Puan Maharani kalah dalam sentimen di media sosial (medsos).

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Foto/SINDOnews)

Sebab berdasarkan survei terbaru KedaiKOPI 3-18 Agustus 2022, mayoritas pendukung Puan adalah warga wilayah pedesaan yang tidak aktif di media sosial.

Peneliti Senior Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan, dari total 100 persen responden, ada 19,1 persen warga pedesaan yang memilih Puan Maharani dalam Pilpres 2024 mendatang.

Jumlah itu jauh lebih besar dengan jumlah responden dari wilayah urban atau perkotaan yang memilih Puan, yakni hanya 9,2 persen.

“Persetujuan terhadap Puan Maharani lebih banyak di daerah lural dibanding urban,” kata Ashma saat merilis hasil surveinya, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Akhirnya Terungkap Pernyataan Terbaru Komnas HAM, Om Kuat & Putri Candrawathi Ikut Tembak Brigadir J

Baca juga: Info BMKG Gempa di Darat Magnitudo 6.2 dan 4.8 SR Guncang Wilayah Timur Indonesia

Hal berbeda terlihat pada pemilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang lebih banyak berasal dari perkotaan (29,5 persen) dibandingkan warga pedesaan (18,9 persen).

Sementara calon lainnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cukup seimbang pendukungnya antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Di sisi lain, pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio juga menilai Puan selama ini belum optimal melakukan kampanye dan pencitraan melalui media sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved