Minut Sulawesi Utara

Penyidikan Dugaan Kasus KDRT di Minut Berlanjut, Kuasa Hukum Keluarga Korban Sayangkan Sikap FT

Penyidikan dugaan kasus KDRT di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, masih berlanjut. Terbaru, pihak keluarga korban menyayangkan pernyataan pihak FT.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Eben Ratela saat disamping foto sang ibunda, Shirley Najoan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINUT - Ferry Febry Mewengkang, salah satu tim penasehat hukum dari keluarga korban Shirley Najoan yang diduga dianiaya suaminya di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, sangat menyayangkan pernyataan dari pengacara FT terduga pelaku yang juga merupakan suami korban, Jumat (9/9/2022). 

Seperti diketahui, akhir-akhir ini beredar di media pernyataan penasehat hukum terlapor FT, yang menyatakan bahwa tidak benar terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Pengacara FT juga menyampaikan penasehat hukum pihak korban jangan banyak berasumsi. 

Padahal bagi Mewengkang sebagai penasehat hukum keluarga, tidak pernah berasumsi dan mempersilakan agar ditelusuri. 

"Kami selalu menggunakan kata "diduga" jadi tidak ada asumsi apalagi berkesimpulan, terkait diduga barang bukti yang dipakai untuk melakukan kekerasan itu ditemukan oleh pihak keluarga dan menyerahkan ke pihak penyidik Polres Minut pada saat olah TKP pertama," katanya. 

Mewengkang menyampaikan, Polres Minut menyuruh dugaan barang bukti agar disimpan dulu.

Baca juga: Akhirnya Ashanty Buka Suara Soal Tudingan Perlakuan Cueknya Terhadap Fuji, Nggak Ngeh

Baca juga: Sosok Ratu Elizabeth II di Mata Indonesia, Kunjungi Bali 50 Tahun Silam dan Puji Bumi Ibu Pertiwi

Tetapi pada saat olah TKP ulang yang dilakukan oleh Tim Investigasi Gabungan Polda Sulut dan Tim Inafis Polres Minut menyita dugaan barang bukti tersebut. 

Kemudian Mewengkang menegaskan, terkait laporan bahwa lamanya penanganan oleh pihak Polres Minut, keluarga merasa memang penanganannya lamban dikarenakan laporan sudah dilaksanakan sejak tanggal 15 Juni 2022 dan sampai pada saat sebelum keluarga lapor ke Polda Sulut, tidak ada perkembangan. 

"Maka kami langsung mengambil tindakan berkoordinasi dengan pihak Polda Sulut dalam hal ini Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan,S.I.K.,M.H dan langsung ambil tindakan untuk gelar perkara khusus dan menyatakan melakukan joint investigation," tegasnya. 

Foto Shirley Najoan korban KDRT di Minahasa Utara semasa hidup.
Foto Shirley Najoan korban KDRT di Minahasa Utara semasa hidup. (HO)

Selaku kuasa hukum, Mewengkang sangat paham bahwa kasus ini sedang diproses oleh penyidik, dan status sudah bukan lagi penyelidikan tapi sudah ditingkatkan menjadi penyidikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved