Manado Sulawesi Utara

Manado Sulawesi Utara Jadi Destinasi Wisata Jasa dan Hiburan, Pemkot Prediksi PAD Naik 20 Persen

DPRD dan Pemkot Manado telah merampungkan revisi Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan. Pemkot Manado memperkirakan PAD naik 20 persen.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Dialog Tabea Manado yang digelar Pemkot Manado bertema Manado Kota Jasa Pariwisata di Kantor Dinas Pariwisata Manado, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Manado sebentar lagi jadi destinasi wisata hiburan. 

Hal tersebut dimungkinkan dengan rampungnya revisi Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan

Pasal 39 yang memuat tentang jam operasional tempat hiburan malam hingga pukul 02.00 Wita direvisi menjadi tanpa batasan waktu. 

Hal ini dikupas tuntas dalam dialog Tabea Manado yang digelar Pemkot Manado bertema Manado Kota Jasa Pariwisata di Kantor Dinas Pariwisata Manado, Jumat (9/9/2022). 

Narasumber yang hadir adalah Richard Rorong dari Bapenda Manado; Kabid Pengembangan Industri Pariwisata Manado, Naomi Ruru; David Kalalo, pengusaha hiburan malam; dan Staf Khusus Wali Kota Manado Bidang Pariwisata,Tommy Rampengan. 

Dialog dipandu Felix Palenewen yang merupakan Staf Khusus Wali Kota Manado

Tommy Rampengan mengatakan, Manado akan menjadi wilayah hub jika Likupang maju pesat. 

"Karena itulah butuh atraksi wisata, nah hiburan malam masuk dalam atraksi wisata," katanya. 

Menurut dia, kebijakan Pemkot Manado dalam hal pariwisata sudah on the track.

Pemkot membangun SDM, insfratruktur dan aturan untuk mengembangkan pariwisata. 

Baca juga: Terungkap Curhat Kapolri Terkait Kasus Brigadir J, Terus Terang Ini Pukulan Ya

Baca juga: Buka Sosialisasi E-Katalog Lokal, Wali Kota Manado Sulawesi Utara Singgung Filosofi Dinosaurus

Naomi menuturkan, program Pemkot Manado mengatasi banjir dan sampah adalah landasan bagi pembangunan pariwisata Manado

"Setelah itu kita bangun SDM dan infrastruktur wisata selanjutnya berupaya menarik turis dengan promo menarik," katanya. 

Naomi menyebutkan, tugas Dinas Pariwisata setelah revisi Perda Nomor 2 Tahun 2015 diperdakan adalah mengawasi.

Menurutnya, bebas buka 24 jam bukan berarti pengawasan longgar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved