Minahasa Sulawesi Utara

Antisipasi Kenaikan Harga Bapok, Pemkab Minahasa Sulawesi Utara Minta Masyarakat Tanam Cabai

Pemerintah Kabupaten Minahasa berupaya menjaga terjadinya Inflasi, menyusul adanya kenaikan harga bahan pokok yang berfluktuasi.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
mejer lumantow/tribun manado
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Ir Wenny Talumewo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Minahasa berupaya menjaga terjadinya Inflasi, menyusul adanya kenaikan harga bahan pokok yang berfluktuasi.

Hal ini disampaikan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Ir Wenny Talumewo menyebut bahan pokok Barito (bawang, rica, tomat) lebih khusus cabe rawit atau rica menjadi salah satu komunitas penyebab inflasi.

Dirinya mengatakan produksi bahan pokok tersebut harus dijaga untuk menjamin inflasi terkendali.

“Salah satu komunitas penyebab inflasi adalah barito antara lain cabe rawit," sebut Talumewo, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (9/9/2022).

Lanjutnya, harga bumbu dapur tersebut kerap berfluktuasi karena faktor iklim dan keterlambatan pasokan dari luar Minahasa.

"Pemkab Minahasa akan melakukan langkah antisipatif, menghadapi lonjakan inflasi di antaranya mengawal produksi dan harga komoditi bahan pokok tersebut," jelas Talumewo.

Ia mengatakan, yang paling bahaya di inflansi apabila distribusi dan ketersediaan bahan di tingkat konsumen tidak ada.

"Tentunya harga akan naik dan menyebabkan inflansi," ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengatakan Pemkab Minahasa menjaga kestabilan produksi agar supaya harga rica tidak meningkat di pasar.

"Supaya kestabilan produksi terjaga, apalagi ini menghadapi musim panca roba, ya produksi cabe di Minahasa harus terjaga," kata Talumewo

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved