Nasional

2 Purnawiran TNI AU Mangkir dari Panggilan KPK, Mantan KSAU 2 Kali Tak Hadir

Dua purnawirawan TNI AU mangkir dari panggilan KPK pada Jumat (9/9/2022). Bahkan, mantan KSAU, Marsekal (Purn) Agus Supriatna sudah 2 kali tidak hadir

Editor: Isvara Savitri
Dokumentasi Tribunnews
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jumat (9/9/2022), mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal (Purn) Agus Supriatna, dijadwalkan mengikuti pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan korupsi.

Kasus dugaan korupsi tersebut adalah pengadaan Helikopter Angkut Agusta Westland (AW)-101 tahun 2016-2017.

Namun, Agus justru mangkir dari panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Agus, KPK juga dijadwalkan memeriksa purnawirawan TNI AU lain, yaitu Marsda Supriyanto Basuki.

Tetapi Basuki juga mangkir.

“Informasi yang kami peroleh, keduanya tidak hadir,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Gaji Ratu Elizabeth II Tak Sebanyak Bangsawan Lain, Miliki Koleksi Perhiasan Mewah dan Perkebunan

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM di Bitung Sulawesi Utara: Puisi, Teatrikal hingga Tanda Tangan Konsensus

Ali Fikri mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Agus dan Basuki.

Kemudian, KPK mengimbau dua purnawirawan TNI AU itu bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

Komisi antirasuah akan segera mengirimkan lagi surat panggilan pemeriksaan untuk keduanya. Menurut Ali, keterangan Agus dan Basuki dibutuhkan penyidik.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (Purn) Agus Supriatna
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal (Purn) Agus Supriatna.

“Sehingga menjadi lebih jelasnya perbuatan para tersangka,” ujar Ali Fikri.

Sebelumnya, KPK kembali memanggil Agus Supriatna untuk menjalani pemeriksaan pada hari ini.

Pemeriksaan sedianya akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

Baca juga: Respon Pemkot Manado dan Polda Sulut Terkait Pelatihan Anti Kekerasan Seksual untuk Driver

Baca juga: Siapa Sangka, Chen Giovani Calon Anak Mantu Hotman Paris adalah Pebisnis Lulusan Le Cordon Blue

Dalam catatan Kompas.com, Agus Supriatna pernah dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan untuk kasus yang sama pada 2018.

Namun, saat itu Agus tak hadir dengan alasan belum menerima surat panggilan dari KPK.

Sementara lembaga antirasuah memastikan surat tersebut telah diterima Agus di rumahnya.

Ilustrasi KPK. KPK dikabarkan melakukan OTT terhada Kepala Daerah dari Jawa Tengah di dekat Gedung DPR RI.
Ilustrasi KPK. KPK dikabarkan melakukan OTT terhada Kepala Daerah dari Jawa Tengah di dekat Gedung DPR RI. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

“Kami pastikan surat panggilan sudah dikirimkan atau disampaikan di awal Mei 2018 ke rumah di Halim,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, pada 11 Mei 2018.

Agus Supriatna akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK pada 6 Juni 2022.

Terkait dugaan korupsi pembelian Helikopter AW-101, KPK telah menetapkan satu orang tersangka dari pihak swasta yakni, Direktur PT DIratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh atau John Irfan Kenway pada 24 Mei 2022.

Baca juga: Ternyata Bharada E Sempat Lakukan Ini Sebelum Tembak Brigadir J, Panik Dapat Perintah Ferdy Sambo

Baca juga: Baca 3 Surah Ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Terhindar dari Gangguan Jin dan Apa Saja, Kata Buya Yahya

KPK menduga Irfan telah membuat negara mengalami kerugian sekitar Rp 224 miliar dari nilai kontrak Rp 738,9 miliar.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved