Bolsel Sulawesi Utara

Naiknya Harga BBM, Ketua Paguyuban Tolondadu Bersatu Bolsel: Kami Menolak, Ekonomi Belum Pulih Total

P2MTB menolak kenaikan harga BBM. Ekonomi masyarakat saat ini dinilai belum pulih dan stabil sehingga kenaikan harga BBm hanya menambah beban.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Dokumentasi Pribadi
Ketua Paguyuaban P2MTB, Rifaldi Panu, bersama sahabatnya yang juga pengurus P2MTB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLSEL - Belum lama ini, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Hingga saat ini, kenaikan harga BBM masih menuai polemik.

Baik masyarakat biasa maupun organisasi mengkritisi kenaikan harga BBM.

Salah satunya di Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara.

Paguyuban Persatuan Mahasiswa Tolondadu Bersatu (P2MTB) turut berkomentar.

Ketua P2MTB, Rifaldi Panu, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM sekarang ini masih menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat.

Baca juga: Tangani Dampak Kenaikan BBM, Pemkab Sitaro Sulawesi Utara Alokasikan Anggaran Rp 1,8 Miliar

Baca juga: Tetesan Air Hujan Ganggu Pembahasan APBD Perubahan 2022 Manado Sulawesi Utara

“Tentu dengan naiknyaa harga BBM akan berdampak pada masyarakat yang kurang mampu,” ujar Rifaldi.

Rifaldi mengatakan, saat ini ekonomi masyarakat belum pulih total semenjak dilanda COVID-19.

“Saya dengan tegas menolak atas naiknya harga BBM. Alasannya akan membuat masyarakat semakin menderita dan juga mungkin akan menambah kemiskinan,”

Ketua Paguyuaban P2MTB, Rifaldi Panu, bersama sahabatnya yang juga pengurus P2MTB.
Ketua Paguyuaban P2MTB, Rifaldi Panu, bersama sahabatnya yang juga pengurus P2MTB. (Tribunmanado.co.id/Dokumentasi Pribadi)

“Jangan siksa masyakarat dengan kebijakan yang hanya menguntungkan oknum-oknum yang tidak peduli terhadap masyarakat,” tutup Rifaldi yang merupakan mahasiswa Gorontalo.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved