Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Sulawesi Utara Punya 9.000 Personel Tagana Siap Hadapi Bencana, 1.000 Orang yang Aktif

Provinsi Sulawesi Utara masuk zona merah bencana alam.9 dari 15 Kabupaten/kota dikategorikan daerah risiko tinggi bencana alam.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
IST
Zulkifli Golonggom hadir sebagai Narasumber Podcast Tribun Manado di Studio Kantor Tribun Manado Jalan AA Maramis, Kairagi, Kota Manado, akhir pekan lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Provinsi Sulawesi Utara masuk zona merah bencana alam.

9 dari 15 Kabupaten/kota dikategorikan daerah risiko tinggi bencana alam.

Sebab itu daerah harus siap siaga dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu waktu muncul.

DR Zulkifli Golonggom, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Utara mengatakan, menghadapi bencana itu daerah harus punya kesiapan, satu di antaranya sumber daya manusia.

Dinas Sosial dalam menangani bencana memiliki Tenaga Kesejahteraan Sosial bernama Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Zulkifli Golonggom mengatakan, Tagana merupakan ujung tombak dalam penanganan bencana.

"Jadi mereka sukarelawan yang dibekali skil, kecakapan, dilatih dalam penanganan bencana," kata kata DR Zulkifli Golonggom, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara.
Zulkifli Golonggom hadir sebagai Narasumber Podcast Tribun Manado di Studio Kantor Tribun Manado Jalan AA Maramis, Kairagi, Kota Manado, akhir pekan lalu.
Podcast dipandu Host Aswin Lumintang, Reporter Tribun Manado.

Data Dinas Sosial Sulut, Tagana tercatat memiliki sekitar 9.000 personel , meskipun yang aktif ada di sekitar angka 1.000 orang.

"Mereka sukarelawan, tidak digaji. Mereka terpanggil, kita ajak terlibat bersama," ujarnya Mantan Komisioner KPU Sulut ini

Sebagai wujud perhatian,Kemensos memberikan tali asih yang nilainya tidak seberapa ke Tagana. Di saat terjadi bencana Tagana jadi ujung tombak, tugasnya melindungi korban bencana.

Tagana pun kata dia, memilki 4 kecakapan, yakni kemampuan keposkoan atau kordinasi dalam menyampaikan informasi potensi bencana,

kemampuan shelter semisal bongkar pasang tenda atau alat - alat perlindungan kebencanaan, maupun dapur umum.

Kecakapan Save and Rescue. Kemampuan mencari korban hilang maupun penyelamatan korban.

Kecakapan khusus mengelola tugas kordinasi logistik. Biasanya logistik bencana sulit disatukan jika tidak terkoordinasi dengan baik.

Tagana juga aktif dalam edukasi meminimalisir dampak bencana, satu di antaranya lewat Program Tagana Masuk Sekolah.
"Ini program menghadirkan Tagana di sekolah untuk mengedukasi peserta didik kita untuk cakap deteksi dini bencana," ujarnya.
Anak sekolah dilatih untuk siaga bencana, bahwa bencana ini bukan peristiwa biasa saja karena ada potensi korban meninggal dunia. Bahkan dilatih mengikuti simulasi bencana.
Ketika edukasi di sekolah mempermudah sosialisasi dan diedukasi ke anggota keluarga.

Penanganan bencana juga harus dibekali peralatan. Dinsos Sulut punya perahu karet, mobil rescue, dan mobil dapur umum. (ryo)

Baca juga: 9 Daerah di Sulawesi Utara Masuk Zona Merah Bencana, Dinsos: Masyarakat Harus Tangguh Bencana

Baca juga: Baru Terungkap Syarat untuk Pria yang Mau Jadi Suami Dewi Perssik, Tak Perlu Kaya Penting Bisa ini

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved