Polisi Tembak Polisi
Ini Penyebab Polisi di Lampung Tembak Mati Rekannya, Berawal dari Pelaku Lihat Grup WhatsApp
Terungkap sudah apa yang menjadi alasan seorang polisi di Lampung tembak rekannya sendiri.
TRIBUNMANADO.CO.ID – Kasus polisi tembak polisi terjadi lagi di Indonesia.
Setelah kasus viral 8 Juli 2022 di Jakarta, kini muncul lagi kasus di Lampung.
Pelaku dan korban adalah anggota polisi.
Berikut identitas pelaku dan kronologi kejadian polisi tembak mati polisi.
Lokasi kejadian polisi tembak polisi ini terjadi di Lampung Tengah, Lampung. Terjadi pada Minggu (4/9/2022) sekira pukul 21.30 WIB.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Polisi Bunuh Polisi di Lampung, Diduga Karena Masalah Arisan Online

Kasus polisi tembak polisi di Lampung. Aipda Rudy Suryanto diamankan setelah membunuh temannya Aipda Ahmad Karnain . (TRIBUN LAMPUNG)
Identitas Pelaku dan Korban
Korban bernama Aipda Ahmad Karnain (41), anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah.
Pelaku bernama Aipda Rudi Suryanto (39). Diberitakan Kompas.com, Aipda Rudi Suryanto menjabat sebagai Pejabat Sementara (Ps) Kepala Unit (Kanit) Provos Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah.
Pernyataan Kabid Humas Polda Lampung
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan korban dan pelaku merupakan rekan kerja di Polsek Way Pengubuan.
"Jabatan sebelumnya kanit SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu), tapi karena jabatan Kanit Provos kosong, yang bersangkutan mengisi sebagai pejabat sementara," ungkapnya, Senin (5/9/2022).
Baca juga: Akhirnya Terungkap Sayangnya Putri ke Brigadir J hingga Sediakan Kamar Pribadi, Ajudan Lain Tak Ada

Ternyata ini Alasan Polisi Bunuh Polisi di Lampung, Diduga Karena Masalah Arisan Online (TRIBUN LAMPUNG/KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA)
Kronologi Kejadian Polisi Tembak Polisi di Lampung
Awalnya, pelaku melihat di grup WhatsApp bahwa Aipda Ahmad Karnain menyebut istrinya belum membayar arisan online.
Aipda Rudi Suryanto yang tak terima aib istrinya dibongkar, lalu mendatangi rumah korban yang tidak jauh dari kediamannya.
Korban tewas ditembak saat berada di rumahnya di Jalan Rantau Jaya, Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.
"Saat berada di rumah korban, pelaku masih berpakaian dinas lengkap serta membawa senjata api," ujar Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Senin, dilansir TribunLampung.co.id.
Aipda Rudi Suryanto yang sudah menodongkan pistol, langsung menembak dada kiri Aipda Ahmad Karnain hingga tembus punggung belakang.
Korban Sempat Lari Masuk Rumah
Dikutip dari TribunLampung.co.id, Aipda Ahmad Karnain sempat berlari masuk rumah.
Saat itu, Aipda Ahmad Karnain akan mengambil pistol miliknya yang berada di dalam kamar.
Namun, sebelum sampai kamarnya, Aipda Ahmad Karnain sudah jatuh bersimbah darah.
"Aipda Karnain tersungkur di depan istri dan kedua anaknya."
"Sementara pelaku berlari meninggalkan TKP," jelas Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Senin.
Warga Dengar Suara Letusan
Sementara itu, warga setempat bernama Wayan Sueden (59) mengaku mendengar suara letusan dari arah rumah korban.
Pada Minggu sekitar pukul 21.30 WIB, Wayan sedang beribadah di dalam rumah.
"Saya lagi sembahyang, terdengar suara letusan dan ada teriakan minta tolong," ujar Wayan saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Ia mengaku tidak melihat peristiwa penembakan tersebut.
Namun, ketika Wayan melihat ke lokasi, posisi korban terduduk di lantai.
"Pak Karnain lalu dibawa ke rumah sakit menggunakan mobilnya oleh istrinya," papar Wayan.
AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengungkapkan, oknum polisi yang melakukan penembakan itu telah ditangkap pada Senin pukul 02.15 WIB.
Aipda Rudi Suryanto ditangkap di rumahnya oleh Provos Polres Lampung Tengah.
Rumah pelaku berada di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.
"Pelaku ditangkap oleh Provos Polres Lampung Tengah dan diamankan di Polres Lampung Tengah," kata Doffie Fahlevi Sanjaya di Mapolres Lampung Tengah, Senin.
Berdasarkan keterangan pelaku, saat melakukan penembakan seorang diri, dan diketahui oleh beberapa saksi yang berada di sekitar rumah korban.
"Saksi yang melihat membawa korban menuju rumah sakit Harapan Bunda Gunung Sugih, sementara pelaku melarikan diri," ungkap Doffie.
"Setibanya di rumah sakit, korban sudah tidak bernyawa," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunLampung.co.id/Muhammad Joviter/Fajar Ihwani Sidiq) (Kompas.com/Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya)
Telah tayang di Tribunnews.com
dengan judul KRONOLOGI Kanit Provos Tembak Polisi di Lampung hingga Tewas, Korban Sempat Dibawa Istrinya ke RS,