Bursa Capres

Hasil Survei 55,5 Persen Menerima Capres Perempuan, Adi Wibowo: Parpol Enggak Mendorong

Memasuki tahapan Pemilu 2024 kalangan yang mempejuangkan kesetaraan gender mendorong agar figur perempuan ikut berperan aktif.

Editor: Aswin_Lumintang
Tangkap Layar
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Kedai Kopi Kunto Adi Wibowo. Capres Perempuan Masih Minim Meski Punya Potensi, Ini Penyebabnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -  Memasuki tahapan Pemilu 2024 kalangan yang mempejuangkan kesetaraan gender mendorong agar figur perempuan ikut berperan aktif. Bahkan, mereka berharap ada figur perempuan yang bisa mencalonkan diri menjadi Capres dan terpilih.

Pasalnya, sejak Pilpres modelnya dipilih secara langsung oleh masyarakat belum ada figur perempuan yang terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soernoputri dua kali mencoba mengikuti Pilpres, namun kalah suara dan gagal menjadi Presiden.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memberikan pidato di Rakernas PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mulai hari ini hingga Kamis (23/6/2022).
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memberikan pidato di Rakernas PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mulai hari ini hingga Kamis (23/6/2022). ((KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO))

Hanya saja, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo berbicara soal masih minimnya calon presiden dari kalangan perempuan merupakan satu fakta politik, meski sebenarnya figur perempuan cukup berpotensi.

Lembaga Survei KedaiKOPI menemukan bahwa penerimaan publik terhadap presiden perempuan mengalami peningkatan.

Tercatat pada November 2021 penerimaan publik pada presiden perempuan berada di angka 34,2 persen. Namun jumlah itu naik drastis menjadi 55,5 persen pada Agustus 2022 ini.

Baca juga: Masih Ingat Bonge Citayam? Kini Jadi Model di Jakarta Fashion Food Festival Bareng Al Ghazali

Baca juga: Suharso Monoarfa Lengser, DPW PPP Sulawesi Utara Akui Ada Desakan Kuat Buntut Skandal Kyai Amplop

Meski mengalami peningkatan, belum banyak tokoh perempuan yang memimpin negeri. Jumlahnya masih kalah banyak dibandingkan kalangan laki-laki.

Kunto mengatakan ada sejumlah faktor penentu yang menyebabkan belum banyaknya figur wanita menjadi pemimpin, di antaranya belum banyaknya saluran pendukung bagi kaum hawa.

“Partai politik sebagai institusi politik yang bertanggung jawab kaderisasi kepemimpinan bangsa ini enggak mendorong. Ini yang jadi masalah,” kata Kunto Adi Wibowo dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk ‘Elektabilitas Capres dalam Bingkai Survei, Sabtu (3/9/2022).

Ia menambahkan, peran media mainstream pun masih terbawa agenda partai politik atau parpol. Media, kata dia, hanya membahas figur yang namanya mencuat dari parpol tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved